Selasa, 6 Desember 2022 | 07:03 WIB
More

    Pengamat: Prabowo Berpotensi Menang Jika Dipasangkan dengan Khofifah

    sironline.id |

    BACA JUGA

    Jakarta, SirOnline.id – Pengamat politik sekaligus Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama Ari Junaedi, menilai koalisi Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan lebih baik jika mengusung Prabowo Subianto dan Khofifah Indar Parawansa sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden 2024.

    Keduanya dinilai sudah memiliki modal awal untuk menarik dukungan masyarakat, Partai Gerindra sendiri mengusung Prabowo Subianto didasari dengan elektabilitas yang tinggi dari berbagai lembaga survei.

    “Dengan realitas politik yang ada, tentu sangat wajar menaruh Prabowo Subianto sebagai capres dari koalisi ini,” ujar Ari, dilansir dari Kompas, Senin (4/7).

    Masih dikatakan Ari, Khofifah dianggap pantas, karena saat ini menjabat sebagai gubernur Jawa Timur yang tengah mendapat sentimen positif dari publik.

    Sentimen positif itu juga sejalan dengan pandangan publik, terhadap kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

    “Demikian juga Khofifah, posisinya sebagai gubernur Jawa Timur membawa implikasi kinerjanya disambut positif oleh publik,” kata dia.

    Ari lalu membandingkan Khofifah dengan kader PKB lain, khususnya Ketua Umum PKB Qbdul Muhaimin Iskandar.

    Menurut Ari, jika dibandingkan dengan Khofifah, Abdul Muhaimin Iskandar tak memiliki cukup kekuatan untuk merebut suara konstituen, dalam pertarungan di Pilpres 2024 mendatang.

    Baca: Gerindra Sulsel Perkenalkan Prabowo Capres 2024 ke Masyarakat Akar Rumput

    “Dipaksakan menjadi cawapres pun, nama Cak Imin kurang ngangkat potensi menang dari koalisi ini,” ungkapnya.

    Hak itu disebabkan, jabatan Abdul Muhaimin Iskandar yang kini menjabat Wakil Ketua DPR RI, juga berdampak pada faktor elektoral.

    “Posisi Cak Imin sebagai Wakil Ketua DPR dan ketua umum partai kurang berhasil dikapitalisasi pada faktor elektoral, walau berdampak pada faktor popularitas,” pungkas dia. (irv)

    BERITA TERBARU

    POPULER

    BERITA PILIHAN