More

    Enam Rekomendasi IDI Atasi Covid-19 Varian BA.4 dan BA.5

    BACA JUGA

    Jakarta, SirOnline.id – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menerbitkan enam rekomendasi untuk mengatasi varian baru Covid-19 yaitu BA.4 dan BA.5. Rekomendasi ini wajib dilaksanakan karena pandemi diyakini masih jauh dari kata selesai.

    “Pertama, kami meminta aturan pemakaian masker di ruang terbuka kembali dianjurkan, kedua aturan PCR negatif untuk pelaku perjalanan kembali diberlakukan, ketiga tingkatkan kembali kegiatan tracing and testing, keempat lakukan edukasi masif tentang upaya pencegahan karena pandemi belum berakhir, kelima menghimbau para pemangku kebijakan seperti gubernur dan bupati melakukan berbagai upaya meningkatkan vaksinasi booster dan keenam laksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS,” ujar Satgas Bidang Kajian Penyakit Menular PB IDI, Dr. dr. Erlina Burhan dalam konferensi persnya di Sekretariat PB IDI, Jl. GSSY Ratulangi No 29 Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, (21/6).

    IDI
    Kasus varian baru BA.4 dan BA.5 yang sudah ditemukan di Indonesia (Sumber: PB IDI)

    Kasus Covid-19 sangat fluktuatif dan dinamis lantaran virus terus bermutasi. Ia
    menjelaskan varian BA.4 dan BA.5 pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada Januari dan Februari 2022.

    “BA.4 dan BA.5 menjadi varian dominan di negara itu pada Mei 2022 dan tren peningkatan paralel dalam indikator epidemiologi menunjukkan bahwa kedua varian ini bertanggung jawab atas lonjakan kasus yang diamati di Afrika Selatan pada April – Mei 2022,” kata Erlina.

    IDI
    Jumlah kasus harian varian baru BA.4 dan BA.5 di Indonesia (Suber: PB IDI)

    Peningkatan kecepatan penularan kasus BA.4 dan BA.5 saat ini lanjut Erlina mungkin karena kemampuan mereka untuk menghindari perlindungan kekebalan terhadap infeksi yang disebabkan oleh infeksi sebelumnya dan atau vaksinasi.

    Baca: Gejala Omicron BA.4 dan BA.5 yang Ditemukan di Indonesia

    “Pada 12 Mei 2022, ECDC mengklasifikasi ulang sub-garis keturunan Omicron BA.4 dan BA.5 dari variant of interest menjadi Variant of Concern (VOC) yaitu Varian SARS – CoV-2 yang memenuhi definisi VOI dan melalui penilaian komparatif,” jelas Erlina.

    IDI
    Tata laksana farmakologis Covid-19. (Sumber: PB IDI)

    Karena hal ini Erlina meminta pemerintah harus segera menyesuaikan dengan kondisi terkini. Ia meminta pemerintah sigap memberikan edukasi kepada masyarakat lantaran saat ini kondisi psikologis masyarakat mulai jenuh dengan kondisi pandemi sehingga cenderung abai protokol kesehatan. (rr)

    BERITA TERBARU

    Menhan Prabowo Tegaskan Pentingnya Ketahanan Nasional

    Malang, SirOnline.id - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto memberikan kuliah umum bertajuk “Urgensi Ketahanan Nasional dalam Kepemimpinan Nasional”...

    POPULER

    BERITA PILIHAN