Kolaborasi Ciamik Kalya Mahiya dengan Ina Priyono di Semarang Fashion Trend 2023

32
Kalya Mahiya, desainer Praveena

Semarang, SirOnline.id – Semarang Fashion Trend 2023 telah digelar selama 4 hari dari 09-12 Agustus 2023. Semarang Fashion Trend 2023 merupakan hasil kolaborasi Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC). Melalui ajang ini diharapkan dapat mengangkat wastra dari Jawa Tengah untuk mampu berkompetisi di pasar Internasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta muda di bidang fashion yang kreatif dan inovatif.

Saya beruntung karena melihat karya para desainer papan atas Indonesia. Mulai dari Samuel Wattimena, Deden Siswanto, Ria Miranda hingga desainer kebanggaan Jawa Tengah, Ina Priyono. Khusus di ajang Semarang Fashion Trend 2023 ini, Ina Priyono berkolaborasi dengan Praveena.

Dalam ajang Semarang Fashion Trend 2023 ini, Ina Priyono menggandeng Kalya Mahiya, desainer dari Praveena. Ada 8 look yang ditampilkan Ina Priyono x Praveena. Dari 8 look tersebut, didominasi warna terakota dan sage. Bahan yang digunakan adalah paduan brokat, ecoprint dan batik. “Karena memang tema Semarang Fashion Trend 2023 adalah Java Heritage. Jadi karya kami disesuaikan dengan tema tersebut,” ujar Ina Priyono.

Saat fashion show berlangsung, karya Ina Priyono x Praveena mendapat sambutan khusus dari para penikmat mode maupun masyarakat yang hadir di fashion runway hall, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, di Jalan Brigjen Sudiarto 118 Kota Semarang.

Dijelaskan Ina Priyono, pemilihan warna terakota dan sage merupakan pilihannya bersama Kalya Mahiya, selaku desainer dari Praveena. “Karena kalau kita mendesain, harus lihat tren ke depan seperti apa. Desain yang dibuat hari ini, untuk tren tahun 2024 hingga 2025,” terang Ina.

Dari 8 look karya Ina Priyono x Praveena, yang paling menonjol adalah gamis dipadukan outer, vest atau pun cape. “Karena memang baju untuk dijual dan fashion show, itu pasti beda. Kalau untuk show, baju hanya 1 pieces itu kurang pas. Makanya saya tambahkan outer atau pun cape untuk mempermanis saja,” kata Ina. “Looknya lebih ke feminim, dengan gamis panjang,” sambung Ina.

Sebagai desainer kawakan, Ina tidak pemilih dengan siapa pun bisa bekerjasama. Di Semarang Fashion Trend 2023, terjadi kolaborasi dengan Praveena. ”Bagi saya, dengan siapa saja bisa bekerjasama, meski tetap membutuhkan suatu penjajakan. Bersama Praveena ini, kami berekspresi dulu dengan karya lalu dielaborasi bersama,” ungkap Ina.

Sementara itu, Kalya Mahiya selaku desainer dari Praveena mengaku mendapat kehormatan bisa bersanding dalam karya bersama desainer kawakan, Ina Priyono. “Suatu kehormatan, dan sangat bersyukur diberi peluang untuk kersajama,” ungkap gadis remaja berusia 13 tahun ini.

Kalya pun mengaku belajar melalui proses kerjasama ini. “Ini jadi titik awal, untuk langkah berikutnya. Belajar dengan melihat karya para professional, belajar dari para desainer senior,“ ujar Kalya yang merupakan siswi kelas 9 dari SMP Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta.

Perpaduan kolaborasi antara Ina Priyono x Praveena di ajang Semarang Fashion Trend 2023 sungguh unik. Bagaimana tidak, Ina Priyono dikenal sebagai modest fashion desainer. Sementara Kalya Mahiya merupakan desainer muda yang baru menjejakkan kakinya di dunia fashion. Meski begitu, Kalya telah membangun DNA dalam karyanya. “Biasanya karya aku itu, paduan ecoprint dan wastra Nusantara,” tutur Kalya.

Diakui Kalya, dalam sebuah karya, pemilihan warna menjadi faktor penentu. ”Warna yang eye catching jadi kekuatan sebuah desain. Saya memilih ecoprint dengan warna sage, sedangkan Bu Ina memilih dominan brokat terakota. Setelah kedua bahan itu dipadukan, jadinya karya yang outstanding,” tutur Kalya.

Melalui Semarang Fashion Trend 2023, Kalya belajar bagaimana menciptakan karya desain yang bagus di panggung fashion show. “Aku banyak melihat karya para senior yang unik. Para desainer senior menciptakan sebuah karya dengan detail dan terkonsep dengan baik. Aku sangat terinspirasi,” ujar Kalya

Apa harapan Kalya? “Ingin tetap berkarya sesuai dengan DNA Praveena. Tapi tetap dengan kombinasi ecoprint dan wastra Nusantara,” pungkas Kalya yang menguasai puluhan tarian tradisional Indonesia.

Bagi Ina Priyono yang telah berkarya di dunia fashion selama 26 tahun, apa pesannya untuk para desainer muda? “Tentu dalam bisnis ini, kita mencari keuntungan, tapi jangan lupa kaidah-kaidahnya. Kita boleh bikin produk fashion tapi kita harus pikir limbahnya dibuang ke tempat yang tepat sehingga tidak mencemari lingkungan,” ujar Ina.

Kalya bersyukur, limbah produksi Praveena ecoprint ramah lingkungan. Hal ini karena ecoprint menggunakan kain serat tumbuhan (katun viscos) dan serat hewani (sutra). Sehingga proses pembuatan kain ecoprint menggunakan bahan alami ramah lingkungan. Limbah daunnya dapat di buat pupuk maupun kerajinan tangan. Biasanya tumbuhan-tumbuhan yang dipakai untuk bahan pembuatan motif di kain ecoprint, mudah ditemukan karena biasanya tumbuh di lingkungan sekitar. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan produksi dan ikut melestarikan alam

Ina Priyono, Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang, sekaligus Ketua Pelaksana Semarang Fashion Trend 2023, menyebut konsep besar gelaran ini adalah sebagai muara perkembangan terkini industri busana siap pakai berbasis “Craft Fashion” di Jawa Tengah. Tak hanya menggandeng designer lama, namun acara ini juga memunculkan bibit-bibit baru desainer muda. Jawa Tengah memiliki kekayaan fashion yang sangat potensial untuk dikembangkan. Selain itu juga memiliki daya saing yang tak kalah dengan provinsi lainnya di Indonesia. (des)