Pilot dan Kopilot Pesawat TNI AL yang Jatuh di Selat Madura Dipastikan Meninggal

16
Dispenal
(Sumber: Dispenal)

Jakarta, SirOnline.id – Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksma Julius Widjojono mengatakan, pilot Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady NRP 22366/P dan co-pilot Letda Laut (P) Dendy Kresna Bakti Sabila NRP 22613/P pesawat latih TNI AL jenis G-36 Bonanza T-2503 yang jatuh di perairan Selat Madura, ditemukan telah meninggal.

“Sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Julius, dikutip dari detik, Kamis (8/9).

“Jenazah saat ini disemayamkan di Wisma Perwira Juanda dan akan dimakamkan besok di Taman Makam Bahagia TNI AL, Gisik Gebang, Gisik Cemandi, Sedati, Sidoarjo,” lanjut dia.

Korban Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady adalah warga asal Kelurahan Dabasah, Kota Bondowoso. Ia merupakan putra sulung dari tiga bersaudara pasangan Jhoni dan Endang. Judistira dikenal pendiam dan cerdas. Hal ini diungkapkan paman Judistira, Putut Purba saat ditemui detik dirumah kediaman korban.

Putut mengatakan, begitu menerima kabar dari kerabat yang ada di Surabaya bahwa pesawat yang dipiloti korban hilang kontak, ibu Judistira langsung bertolak ke Surabaya.

“Ibunya dan keluarga lainnya syok mendengar berita itu, pastilah. Akhirnya saya stand by di rumah ini untuk memonitor perkembangannya,” ujar dia.

Putut menuturkan, beberapa anggota keluarga Judistira juga berasal dari kalangan militer. Adiknya Risky Romadhon adalah alumni AAL. Pun kakeknya, juga dari kalangan militer.

“Tapi untuk Judistira ini saya tak menyangka. Dia ini pendiam, tapi tegas. Yang jelas, apapun yang terjadi adalah memang sudah digariskan oleh Allah SWT. Kita harus ikhlas,” kata Putut.

Baca: Pesawat Latih TNI AL Jatuh di Selat Madura

Pesawat Bonanza G-36 dengan nomor registrasi T-2503 hilang kontak di Perairan Selat Madura. Tepatnya di perbatasan Bangkalan dan Gresik. Setelah dilakukan upaya pencarian, pesawat akhirnya ditemukan di perairan pada kedalaman 15 meter di bawah permukaan air. (rr)