Sabtu, 13 Agustus 2022 | 17:03 WIB
More

    Balai TN Komodo: Harga Tiket Masuk Bukan Rp3,75 Juta

    sironline.id |

    BACA JUGA

    Jakarta, SirOnline.id – Beberapa hari terakhir harga tiket masuk Taman Nasional Komodo (TN Komodo), Nusa Tenggara Timur (NTT) seharga Rp 3,75 juta per orang, untuk periode satu tahun ramai dibicarakan.

    Menanggapi ini, Balai TN Komodo menegaskan bahwa Rp 3,75 juta bukanlah harga tiket, melainkan biaya konservasi yang ditetapkan sebagai kompensasi atas hilangnya nilai jasa ekosistem TN Komodo, akibat lonjakan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun belakangan.

    “Biaya konservasi ini adalah biaya yang dibayarkan untuk mendatangi Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Kawasan Perairan sekitarnya,” kata Koordinator Pelaksana Program Penguatan Fungsi di TN Komodo, Carolina Noge dikutip dari Kompas, Jumat, (22/7).

    Ia menjelaskan untuk harga tiket masuk sendiri tidak ada perubahan masih sama seperti saat ini. “Enggak ada perubahan. Kalau harga tiket masuk berubah, harus pakai peraturan pemerintah, cuma ini ada penetapan biaya konservasi buat jaga ekosistem,” jelasnya.

    Terkait harga Rp3,75 juta menurutnya akan dituangkan dalam program konservasi, pemberdayaan masyarakat lewat hasil usaha ekonomi, tenaga kerja atau mitra, serta penerimaan negara dalam bentuk tiket.

    Adapun biaya tersebut rencananya akan diterapkan mulai 1 Agustus 2022, dengan sistem kolektif per empat orang sebesar Rp 15 juta.

    “Biaya konservasi Rp 15 juta untuk empat orang ini juga sudah termasuk biaya tiket masuk di dalamnya. Sehingga, jika wisatawan mengunjungi TN Komodo dalam tahun yang sama, tidak perlu membayar tiket masuknya lagi,” jelas Carolina.

    Pembatasan dan biaya tersebut hanya berlaku untuk Pulau Komodo, Pulau Padar, dan kawasan perairan sekitarnya.

    Sementara itu, dilansir dari detik, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan biaya tiket tersebut masih terus dibahas Kemenparekraf. Sandiaga bicara soal minimnya daya dukung Taman Nasional Komodo saat ini. Menurutnya, perlu ada pembatasan agar lingkungan di Pulau Komodo tetap terjaga.

    “Ini masih terus dibahas. Yang pasti adalah komunikasi dengan tim teknis bahwa memang daya dukung di Pulau Komodo sangat sedikit, sangat minim dan untuk menjaga agar Komodo tak punah,” kata Sandi, Senin (4/7).

    Baca: Bangunan BUMN Pertahanan Dahana Seperti Rumah Teletubies, Ini Alasannya

    Hal yang sama diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Pulau Rinca, Kamis, (21/7) kemarin. Menurutnya tarif yang dikenakan kepada wisatawan masih sama untuk di Pulau Rinca, sedangkan untuk di Pulau Komodo dan Pulau Padar akan dikenakan tarif yang berbeda.

    “Mengenai bayarnya berapa? Tetap. Tapi kalau mau, ‘Bapak, saya pengin sekali melihat yang di Pulau Komodo’ ya silakan, enggak apa-apa juga, tapi ada tarifnya yang berbeda. Itu loh sebetulnya hanya simpel seperti itu, jangan dibawa ke mana-mana. Karena pegiat-pegiat lingkungan, pegiat-pegiat konservasi juga harus kita hargai mereka, masukan mereka,” pungkas Jokowi. (rr)

    BERITA TERBARU

    POPULER

    BERITA PILIHAN