Selasa, 6 Desember 2022 | 08:51 WIB
More

    Pulang dari Bali, Pemerintah Australia Wajibkan Warganya Buang Sepatu

    sironline.id |

    BACA JUGA

    Jakarta, SirOnline.id – Pemerintah Australia melalui Deputi Perdana Menteri New South Wales Paul Toole mewajibkan warga Australia yang pulang berlibur dari Bali untuk membuang sepatu sebelum memasuki Australia.

    Dilansir dari Australia News via detik, Sabtu, (16/7) kebijakan baru ini diterapkan karena adanya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sapi di Indonesia. Ini menjadi serangkaian langkah keamanan baru di Australia.

    “Kita tahu bahwa PMK belum pernah sedekat ini dengan negara kita sebelumnya. Kini PMK ada di depan pintu kami lagi,” ujar Toole.

    Menurutnya, penyakit PMK pada sapi atau hewan ternak lain dapat menyebar melalui pupuk kandang. Artinya, ada risiko yang disebarkan lewat sepatu turis yang terkontaminasi di Bali.

    Toole pun mendesak pelancong untuk mendukung langkah aman itu daripada menyesal nantinya. Ia bahkan memohon pada warga yang kembali dari Bali untuk meninggalkan sepatunya.

    “Tinggalkan sepatu Anda, karena Anda benar-benar membawa risiko penyakit ini kembali ke negara ini,” ucapnya.

    Tak hanya penumpang dari penerbangan Bali. Semua penumpang dari Indonesia diidentifikasikan sebagai penumpang berisiko tinggi untuk diintervensi.

    “Kami ingin memastikan 100 persen penumpang yang kembali telah diperiksa, saya tidak peduli jika butuh tambahan dua jam untuk penumpang turun dari pesawat,” kata dia.

    Baca: Ombudsman Duga Ada Maladministrasi Badan Karantina di Kasus PMK

    Penyakit mulut dan kuku merupakan salah satu penyakit ternak yang paling serius di dunia dan menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, domba, dan babi.

    Wabah PMK pernah terjadi di Australia, tapi sudah sangat lama hilang. Kalau kali ini Australia kena, makan wabah PMK ini adalah yang pertama dalam 130 tahun. Jika ini terjadi maka pemerintah Australia harus melakukan pemusnahan massal hewan ternak. Aksi ini akan menelan biaya hingga USD 80 miliar dan menyedot APBN dalam satu tahun. (rr)

    BERITA TERBARU

    POPULER

    BERITA PILIHAN