Jalan Kramat 106, Saksi Sejarah Lahirnya Sumpah Pemuda

110
Jalan Kramat
Altar penghormatan bagi sang pemilik rumah Sie Kong Lian. (SirOnline/Reko Alum)

Jakarta, SirOnline.id – Rumah indekos milik Sie Kong Lian terletak di Jalan Kramat 106. Bangunan bercat putih dengan desain zaman kolonial ini menyimpan sejarah tentang kebangkitan para pemuda Indonesia yang bersatu hingga melahirkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Di rumah ini pula lagu kebangsaan Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan melalui alunan biola WR. Soepratman.

Jalan Kramat
Dua orang tokoh Sumpah Pemuda, Amir Syarifudin Harahap dan A.K. Gani. (SirOnline/Reko Alum)
Jalan Kramat
Biola yang digunakan WR. Supratman, membawakan lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya. (SirOnline/Reko Alum)

Setelah Kemerdekaan, Prof. Mr. Sunario berkirim surat kepada Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin yang isinya meminta agar rumah Sie Kong Lian ini diperhatikan karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

Baca: Usia Emas, Radio Geronimo Optimis Beradaptasi Dengan Perubahan Zaman

Jalan Kramat
Salah satu sudut museum. (SirOnline/Reko Alum)
Jalan Kramat
Vespa milik Hatta Saleh, aktivis gerakan pemuda tahun 1966 yang ia gunakan untuk menghubungi posko-posko mahasiswa di Jakarta. (SirOnline/Reko Alum)

Setelah dipugar Pemda DKI Jakarta, maka pada 20 Mei 1973 Museum Sumpah Pemuda diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Tanggal 28 Oktober 2021, Yanti Silman cucu dari Sie Kong Lian menghibahkan rumah sang kakek kepada negara.

Jalan Kramat
Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat 106 Jakarta Pusat. (SirOnline/Reko Alum)

Jika ingin berkunjung, museum dibuka setiap hari kecuali Senin dan libur besar, dari pk. 08.00 – 16.00. Harga tiket dewasa Rp. 2000,- dan anak-anak Rp.1000,- (Reko Alum)