6 Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Bali

7
Banjir dan longsor rusak rumah warga di Bali. (Foto: Twitter @Ladytwt_)
Banjir dan longsor rusak rumah warga di Bali. (Foto: Twitter @Ladytwt_)

Jakarta, SirOnline.id – Peristiwa bencana banjir bandang dan tanah longsor menimpa sejumlah daerah di Bali, Senin (17/10). Dilansir dari instagram resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) @bpdbbali, Rabu, (19/10) disebutkan bencana alam ini terjadi di enam Kabupaten yaitu Kabupaten Karangasem, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Bangli, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Badung dengan jumlah titik kejadian 205 titik.

“Banjir dan longsor ini juga mengakibatkan korban jiwa meninggal dunia enam orang, terdapat di Kabupaten Jembrana satu orang, Kabupaten Karangasem tiga orang, Kabupaten Bangli satu orang dan Kabupaten Tabanan orang. Dengan kerugian berkisar Rp 3.113.000.000,” tulis keterangan BPBD Bali.

Sementara itu melalui situs resminya BPBD Bali, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin mengatakan jalur utama Denpasar ke Gilimanuk dan sebaliknya, dari Gilimanuk ke Denpasar yang sebelumnya lumpuh akibat tumpukan sampah yang dibawa banjir kini sudah dibuka untuk kendaraan besar dengan penerapan sistem buka tutup.

”Material banjir bandang yang menutupi jembatan sejak kemarin sore sudah dibersihkan oleh tim gabungan,” kata dia.

Ia juga menjelaskan bahwa pengananan bencana di Jembrana hari ini fokus pada pemantapan manajemen posko, terutama pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat di tempat pengungsian, pembersihan rumah penduduk yang terdampak, dan pembersihan material dibawah jembatan.

“Kami juga sudah melayat ke rumah para korban dan menyampaikan bela sungkawa serta memberikan santunan kematian sebesar Rp15 juta,” jelas Rentin.

Terakhir ia menghimbau msyarakat agar tetap waspada terhaldap potensi cuaca ekstrem yang dapat berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, genangan, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang. (rr)