Konflik Cina-Taiwan, Kini Giliran Gubernur Indiana AS yang Berkunjung ke Thailand

15
Eric Holcomb
Gubernur Indiana AS, Eric Holcomb mengunjungi Taiwan. (Sumber: CNN)

Jakarta, SirOnline.id – Kondisi terkini konflik Cina-Taiwan, Gubernur Indiana, negara bagian Amerika Serikat (AS) Eric Holcomb tiba di Taiwan, pada Minggu (21/8).

Kantor Kepresidenan Taiwan mengatakan, Holocomb dijadwalkan, akan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen pada Senin (22/8) pagi.

“Saya bersemangat untuk menghabiskan minggu ini membangun hubungan baru, memperkuat hubungan lama dan memperkuat kemitraan sektor utama dengan Taiwan dan Korea Selatan,” ujar Holcomb dalam Twitternya, dikutip dari Republika, Senin (22/8).

Holocomb menjelaskan, tak hanya mengunjungi Taiwan, dia juga akan berkunjung ke Korea Selatan. Kunjungannya tersebut merupakan perjalanan pembangunan ekonomi.

Holocomb mengklaim bahwa, dia merupakan satu-satunya gubernur Amerika Serikat (AS) pertama yang datang ke Taiwan sejak pandemi Covid-19 berlangsung sekira dua tahun lalu.

“Delegasi kami akan menghabiskan minggu ini untuk bertemu dengan pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, dan institusi akademik untuk lebih memperkuat hubungan ekonomi, akademik, dan budaya Indiana dengan Taiwan dan Korea Selatan,” kata dia.

Terpisah, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan, Holcomb akan bertemu dengan perwakilan dari perusahaan semikonduktor di Taiwan.

Gubernur AS tersebut, diketahui akan menandatangani berbagai nota kesepahaman perdagangan dan teknologi dengan perusahaan asal Taiwan.

Diketahui, Taiwan sendiri merupakan rumah bagi pembuat chip kontak terbesar di dunia. Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd telah membangun pabrik senilai 12 miliar dolar AS di negara bagian Arizona, AS.

Sejauh ini, tidak ada tanggapan apapun dari Cina atas kunjungan Holocomb ke Taiwan. Cina mengklaim, Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai bagian dari wilayahnya di bawah kebijakan “satu Cina”.

Namun pemerintah Taiwan mengatakan, Cina juga tidak pernah memerintah mereka, hanya 23 juta orang Taiwan yang dapat memutuskan masa depan Taiwan.

Sebelumnya diketahui, ketegangan antara Cina dan AS semakin meningkat setelah kunjungan Ketua House of Representative (Ketua DPR) AS, Nancy Pelosi ke Taiwan beberapa waktu lalu.

Kunjungan parlemen AS ini memicu latihan militer Cina di sekitar perairan dan udara Taiwan. Hingga kini, latihan terus berlanjut meskipun dalam skala yang lebih kecil dari sebelumnya.

Menanggapi peristiwa itu Cina mengatakan, Taiwan adalah masalah paling penting dan sensitif dalam hubungannya dengan Washington.

Cina sendiri menganggap, segala sesuatu yang berkaitan dengan Taiwan sebagai masalah internal mereka.

Diketahhui, Taiwan berpisah dengan Cina daratan sejak berlangsung perang saudara pada tahun 1949 silam.

Taiwan juga menentang penyatuan politik dengan Cina, dan lebih memilih untuk mempertahankan hubungan ekonomi yang erat dengan status quo kemerdekaan de-facto.

Di luar risiko geopolitik, krisis yang berkepanjangan di Selat Taiwan, dapat memiliki implikasi besar bagi rantai pasokan internasional.

Baca: Tanggapi Ketegangan di Selat Taiwan, Duta Besar AS Untuk Cina: Krisis Yang Diciptakan Pemerintah Beijing

Taiwan adalah penyedia chip komputer yang penting bagi ekonomi global, termasuk sektor teknologi tinggi di Cina dan AS.

Taiwan telah menempatkan pasukannya dalam kondisi siaga saat ini. Tetapi sejauh ini, Taiwan masih menahan diri dan tidak mengambil tindakan agresif. (irv)