Rabu, 5 Oktober 2022 | 11:46 WIB
More

    Jelang Perayaan Idul Adha, Masyarakat Diminta Patuhi Prokes Saat Kontak Fisik dengan Hewan Kurban

    sironline.id |

    BACA JUGA

    Jakarta, SirOnline.id – Jelang Hari Raya Idul Adha tahun ini, masyarakat diminta berhati-hati berkontak fisik dengan hewan kurban.

    Hal itu dikarenakan, banyak hewan ternak yang saat ini menjalani perawatan akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Masyarakat diminta tetap hati-hati kontak dengan hewan terinfeksi, apalagi jelang pelaksanaan kurban Idul Adha 2022 ini.

    Koordinator Tim Pakar Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Wiku Adisasmito, menerangkan, masyarakat harus melakukan standar protokol kebersihan sebelum, maupun setelah berkontak fisik dengan hewan kurban.

    “Masyarakat harus mau untuk mencuci tangan, atau melakukan upaya pembersihan lainnya seperti disinfeksi ke bagian tubuh, dan berbagai hal sesaat, sebelum, dan sesudah kontak fisik dengan hewan dengan diduga terjangkit PMK,” ujar Wiku, dilansir dari Antara, Jumat, (8/7).

    Selain itu, jika mendesak untuk berkontak fisik dengan hewan, maka gunakanlah alat pelindung diri sekali pakai, atau yang sudah dari disinfeksi sebelumnya, termasuk jika hanya masuk ke area kandang.

    “Langkah ini menjadi penting karena manusia baik anggota tubuh maupun bahan yang menempel pada tubuh dapat menjadi media penularan virus PMK antar-hewan,” kata Wiku.

    Selain itu Satgas PMK yang diketuai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Agama memastikan, dalam momentum Hari Raya Idul Adha pada 10 Juli 2022 mendatang, hewan ternak yang akan disembelih seluruhnya dalam keadaan sehat dan aman dari virus PMK.

    Wiku mengatakan, pemerintah juga menekankan bagi hewan yang memiliki gejala, atau terbukti terinfeksi virus PMK maka harus dipotong bersyarat.

    Baca: PBNU: Ternak Terjangkit PMK Tidak Sah Jadi Hewan Kurban

    Hal itu dapat dilakukan di Rumah Potong Hewan, atau dimusnahkan melalui proses penguburan, bukan dibakar.

    “Sebagai bentuk kehati-hatian masyarakat dimohon untuk menghindari terlebih dahulu konsumsi bagian kaki, kepala, dan jeroan pada hewan rentan PMK seperti sapi, kambing babi, domba dan lain-lain. Semua ini agar tidak terjadi perluasan penularan virus maupun pencemaran lingkungan di sekitar kita,” pungkasnya. (Irv)

    BERITA TERBARU

    POPULER

    Kisah Para Bangsawan di Bukit Siguntang

    Bernostalgia di Cafe Batavia

    BERITA PILIHAN