Selasa, 6 Desember 2022 | 03:35 WIB
More

    Cadangan Devisa Naik Akibat Faktor Utang

    sironline.id |

    BACA JUGA

    sironline.id, Jakarta – Pekan lalu, Bank Indonesia (BI) merilis data cadangan devisa Indonesia periode Januari 2020. Cadangan devisa tercatat sebesar US$ 131,7 miliar. Angka ini meningkat US$ 2,5 miliar.

    “Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2020 tercatat sebesar US$ 131,7 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2019 sebesar US$ 129,2 miliar,” jelas BI dalam keterangannya, Jumat (7/2/2020).

    Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

    Bank Sentral menilai, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” terang BI.

    Jangan senang dulu dengan kenaikan cadangan devisa, karena salah satu penyebabnya adalah utang. Menurut BI, peningkatan cadangan devisa pada Januari 2020 terutama didorong penerbitan global bond pemerintah, penerimaan devisa migas, dan penerimaan valas lainnya.

    Awal tahun 2020 ini, pemerintah mengumpulkan dana sebesar US$2 miliar dan 1 miliar euro dari penerbitan perdana surat utang negara (SUN) di pasar global.
    “Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik,” tutur BI.

    Posisi Cadangan Devisa

            Bulan    Jumlah
    Januari 2020 US$ 131,7 miliar
    Desenber 2019 US$ 129,2 miliar
    November 2019 US$ 126,6 miliar
    Oktober 2019 US$ 126,7 miliar
    September 2019 US$ 124,3 miliar
    Agustus 2019 US$ 126,4 miliar
    Juli 2019 US$  125,9 miliar
    Juni 2019 US$ 123,8 miliar
    Mei 2019 US$ 120,3 miliar
    April 2019 US$ 124,3 miliar
    Maret 2019 US$ 124,5 miliar
    Februari 2019 US$ 123,3 miliar
    Januari 2019 US$ 120,1 miliar
    Desember 2018 US$ 120,7 miliar
    November 2018 US$ 117,2 miliar
    Oktober 2018 US$ 115,16 miliar
    September 2018 US$ 114,8 miliar
    Agustus 2018 US$ 117,92 miliar
    Juli 2018 US$ 118,3 miliar
    Juni 2018 US$ 119,8 miliar

    Source : Doc IO

     

    BERITA TERBARU

    POPULER

    BERITA PILIHAN