Sabtu, 26 November 2022 | 20:04 WIB
More

    Kementerian PPPA Akui 53,06 Juta Anak-anak Alami Kekerasan

    sironline.id |

    BACA JUGA

    Sironline.id, Jakarta – Pada pidato kebangsaan di Sidang tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Presiden Joko Widodo mengajak semua lembaga negara untuk membangun sinergi yang kuat. Sebab, dia ingin semua aspek mendukung lompatan kemajuan dalam pengentasan kemiskinan, penekanan ketimpangan, serta pembukaan lapangan kerja di Indonesia.

    Jokowi ingin lembaga negara mampu menghadapi ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme. “Ikut serta melahirkan lebih banyak lagi sumber daya manusia unggul yang membawa kemajuan bangsa,” paparnya.

    Menyambung pidato kenegaraan Presiden Jokowi, Di tempat terpisah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendukung pemerintah menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Sekretaris PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan, untuk menciptakan sumber daya manusia unggul dimulai sejak dini.

    “Harapannya, bayi tersebut terbebas dari stunting dan ketika tumbuh, mereka terpenuhi hak-haknya dan terbebas dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi,” ujarnya dalam diskusi bertajuk “Pidato Kenegaraan Presiden RI 2019 dan Peran Kementerian PPPA, di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (19/08/2019).

    Mempersiapkan SDM yang unggul, tentu bukan perkara yang mudah. Keberhasilan Indonesia mempersiapkan generasi bertalenta yang berhati Indonesia dan berideologi Pancasila untuk Indonesia maju membutuhkan keterlibatan seluruh rakyat Indonesia.

    Nyatanya, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja tahun 2018 mencatat, dua dari tiga anak-anak atau 66,67 persen (prevalensi) anak-anak atau sekitar 53,06 juta anak-anak dan remaja perempuan atau laki-laki pernah mengalami salah satu bentuk kekerasan sepanjang hidupnya.

    “Untuk mencetak SDM yang pintar dan berbudi pekerti luhur, harus didahului oleh SDM yang sehat dan kuat. Bukan hanya calon ibu, tetapi kita juga harus mempersiapkan calon ayah dan lingkungan yang sehat, sehingga seluruh komponen, dari lingkungan terkecil, menengah, hingga besar aman dan layak untuk anak-anak,” tutupnya. (D. Ramdani)

    BERITA TERBARU

    POPULER

    BERITA PILIHAN