Daya Beli Lesu, Sektor Manufaktur Indonesia Alami Penurunan

24
Daya Beli Lesu, Sektor Manufaktur Indonesia Alami Penurunan

sironline.id, Jakarta – Aktivitas sektor manufaktur mengalami penurunan sepanjang Juli 2019 atau pertama kali sejak Januari berdasarkan angka Purchasing Managers’ Index (PMI). Pada Juli 2019, PMI Indonesia yang dirilis IHS Markit berada di level 49,6 atau di bawah angka bulan sebelumnya yang sebesar 50,6.

Data indeks di atas 50 menunjukkan peningkatan di semua variabel survei, sedangkan di bawah 50 mengindikasikan penurunan. Indeks headline adalah indikator tunggal yang memberikan gambaran singkat tentang kondisi bisnis di sektor manufaktur, dan disusun dari pertanyaan-pertanyaan seputar permintaan, output, ketenagakerjaan, waktu pengiriman dari pemasok, dan inventaris.

Kepala Ekonom IHS Markit Bernard Aw mengatakan sektor manufaktur Indonesia menghadapi penurunan kondisi permintaan domestik pada awal kuartal ketiga 2019. Beberapa indikatornya antara lain perusahaan mengurangi produksi untuk menyesuaikan dengan kondisi pertumbuhan tingkat pesanan yang rendah, penurunan penumpukan pekerjaan, dan kenaikan inventaris barang jadi. “Mereka juga mengurangi aktivitas pembelian dan lebih mengutamakan mengandalkan inventori input yang ada untuk memenuhi syarat produksi,” ujarnya, Kamis (1/9/2019).

Kendati demikian, Bernard menilai PMI pada Juli masih menunjukkan bahwa manufaktur membantu mendorong laju pertumbuhan ekonomi tahunan lebih dari 5%. Di sisi lain, perusahan tetap optimistis tentang perkiraan bisnis pada tahun yang akan datang.

“Meski Indeks Output Masa Depan, tolok ukur kepercayaan, turun pada bulan Juli. Tingkat tersebut masih tergolong tinggi dan tepat di atas rata-rata tahun 2018, menunjukkan bahwa ganjalan lunak saat ini hanya berlangsung sementara,” lanjut Bernard.

Menanggapi kondisi permintaan yang tidak bertumbuh dan kenaikan inventaris, produsen barang Indonesia mengurangi produksi pada bulan Juli, menandai penurunan output pertama sejak bulan Februari. Tingkat penurunan tersebut merupakan yang paling tajam dalam satu tahun.