Selasa, 6 Desember 2022 | 04:40 WIB
More

    Utang Luar Negeri Kuartal II 2019 Capai Rp 5.485 Triliun

    sironline.id |

    BACA JUGA

    sironline.id, Jakarta – Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga kuartal II 2019 dari data Bank Indonesia menunjukkan peningkatan sebesar 391,8 miliar dolar AS atau setara Rp 5.485 triliun (asumsi 1 dolar AS = Rp 14.000). Angka tersebut meningkat 10,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

    Utang luar negeri tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 195,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar 196,3 miliar dolar AS. “Peningkatan pertumbuhan ULN terutama didorong oleh ULN pemerintah, di tengah perlambatan ULN swasta,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko dalam keterangannya, Kamis (15/8/2019).

    Ia menambahkan pertumbuhan ULN pemerintah yang meningkat sejalan dengan persepsi positif investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Hal itu seiring dengan kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Standard & Poor’s pada akhir Mei 2019, mendorong pembelian neto Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan global oleh nonresiden pada kuartal II 2019.

    Namun Onny menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat. Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir kuartal II 2019 sebesar 36,8 persen, membaik dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya. “Dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,” tambahnya.

    ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sektor konstruksi, sektor jasa pendidikan, sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, serta sektor jasa keuangan dan asuransi. (eka)

     

    BERITA TERBARU

    POPULER

    BERITA PILIHAN