SBY akan Temui Presiden, Jokowi: Belum Ada Rencana Bertemu SBY

60

Sironline, Jakarta – Partai Demokrat yang sejak awal telah melakukan konsolidasi dengan Presiden Joko Widodo hingga saat ini belum juga menyatakan sikapnya untuk berada di dalam atau luar pemerintahan. Meski demikian, hingga kini Partai yang dipimpin Presiden Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono itu mengklaim gencar melakukan komunikasi dan pendekatan dengan Jokowi selaku Persiden terpilih.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan jika pertemuan antara SBY dan Jokowi akan terjadi dalam waktu dekat. “Saya belum tau tanggal pastinya, namun komunikasi antara SBY dan Jokowi masih terus berjalan,” paparnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Anggota Komisi I DPR RI mengatakan besar kemungkinan pertemuan itu akan terjadi pada bulan Agustus. Menurutnya, Keinginan SBY untuk kembali berkontribusi dalam kancah perpolitikan Indonesia setelah peringatan 40 hari meninggalnya sang istri, Ani Yudhoyono. Membuat partainya aktif menjalin komunikasi dengan Jokowi, termasuk mengatur waktu bertemu keduanya.

Meski menampik pertemuan SBY dan Jokowi akan membicarakan lobi untuk jabatan politik, namun ia mengatakan jika Demokrat memiliki kader-kader berkualitas untuk bisa diajukan ke presiden terpilih Jokowi untuk menjadi menteri pada kabinet jilid dua periode 2019-2024.

Pengalaman Partai Demokrat menjadi partai berkuasa selama 10 tahun di era pemerintahan SBY menjadi alasan dasar Partai Demokrat memiliki kader-kader berkualitas. Kader-kader berkualitas ini, menurut Syarief, tak hanya bisa menjadi menteri namun posisi apapun.

“Ya kami menunggu dulu, tapi kalau kader sih kami juga banyak yang berkualitas,” ujarnya.

Partai Demokrat menyerahkan penyusunan kabinet kepada Jokowi, meskipun memang Partai Demokrat belum menegaskan sikapnya untuk berada di luar pemerintah atau bergabung dengan koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

“Ya kami gak bisa ngomong apa soal kabinet karena itu hak prerogratif presiden, bagaimana siapa yang ditunjuk itu hak presiden kami gak bisa mencampuri,” ucapnya.

Sayangnya kabar akan bertemu SBY dengan Jokowi, dibantah mantan gubernur DKI Jakarta ini. “Belum. Belum. Belum ada rencana,” katanya.

Meski demikian, Jokowi menegaskan pertemuan dengan siapapun menjadi penting, termasuk dengan SBY. “Ya ketemu dengan siapa pun itu penting untuk membangun silaturahmi. Dengan semua,” tambahnya.

Sementar itu terkait posisi menteri-menteri yang akan membantu Jokowi pada pemerintahan yang akan dating, diakuinya sudah mulai ada nama-nama yang masuk. Menurutnya, banyak nama-nama calon menteri dan semakin banyak alternatif akan lebih baik.

“Pembentukan kabinet belum, tetapi sudah mulai masuk nama-nama calon itu, dan terus semakin banyak mengumpulkan pilihan-pilihan,” ujarnya. (D. Ramdani)