Komunitas Tangan Di Atas, Kolaboraksi Untuk Negeri

39

Sironline.id – Pandemi di Indonesia sampai saat ini masih belum usai. Selama setahun lebih dunia bisnis mengalami perlambatan, bahkan banyak perusahaan yang melakukan penghematan dengan mengurangi jumlah karyawan. Hal tersebut juga dialami hampir semua UMKM di Indonesia, khususnya member TDA yang ada di Indonesia. Atas kondisi ini juga akhirnya para pelaku usaha khususnya UKM kemudian melakukan pembenahan di internal perusahaan, demi bertahan dan bisa tetap eksis menjalankan bisnis.

Komunitas Tangan Di Atas, atau yang sering disebut TDA, salah satu komunitas wirausaha di Indonesia kemudian melihat hal ini juga sangat memprihatinkan. Sehingga pengurus nasional membuat terobosan yang kemudian bisa membangun Kembali harapan para UMKM Indonesia, khususnya member TDA untuk bersatu dan bangkit.

Komunitas Tangan Di Atas, melalui kepengurusan periode 6.0, tahun 2019 – 2021 telah mengusung KOLABORAKSI UNTUK NEGERI. Narasi ini bahkan ada sebelum pandemi masuk ke Indonesia pada tahun 2020. Pengurus TDA 6,0 kemudian menguatkan narasi tersebut demi membangun kembali ekonomi Indonesia melalui pelaku UMKM disaat pandemi covid-19. Berbagai program telah dilakukan oleh pengurus yang digawang langsung Presiden TDA yaitu Dony Kris Puriyanto, yang juga owner dari Malang Strudel.

Melalui narasi dan program yang telah dijalankan, komunitas Tangan Di Atas mendapatkan 4 penghargaan sekaligus dari pihak ekternal. Salah satu penghargaan yang paling mengesankan adalah “Best Social Media Movement of The Year 2020” pada kategori Edukasi Bisnis oleh Metro TV. Selama pandemi, bahkan jauh sebelum itu Komunitas Tangan Di Atas memang sangat konsen atas hal tersebut, yaitu Edukasi. Edukasi Bisnis sangat berperan dalam pengembangan bisnis UKM kedepan.

 

Kini, Komunitas Tangan Di Atas periode 6.0 tahun 2019-2021 telah berakhir dan TDA telah memiliki Presiden Baru yaitu Ibrahim M Bafaqih. Pada 31 Mei 2021 ini, serah terima amanah pengurus periode 6.0 ke 7.0 tahun 2021-2023 dilakukan di Garden Sunrise Resto – Umbul Sidomukti, Semarang serta LIVE di Channel Youtube TDA TV.

Legacy pengurus periode 6.0 begitu besar dan sangat bermanfat tidak hanya untuk member TDA, namun juga untuk Indonesia. Bahkan TDA telah dikenal luas oleh khalayak pelaku UMKM di seluruh Indonesia, Pemerintah Pusat ataupun Daerah.

Presiden TDA periode 7.0 Ibrahim M Bafaqih menyatakan bahwa “KOLABORAKSI UNTUK NEGERI lahir dan dengan narasi ini akhirnya membawa TDA semakin dikenal dengan berbagai program seperti TDA TV, edukasi bisnis dan mendapatkan 4 penghargaan sekaligus. Pada periode 7.0  kita akan melanjutkan narasi “KOLABORAKSI UNTUK NEGERI”

Setelah TDA dikenal luas, maka tugas selanjutnya adalah bagaimana menguatkan secara internal. Sejalan hal tersebut presiden TDA 7.0 juga akan menguatkan Kembali nilai-nilai TDA. Melalui internalisasi nilai-nilai ini bisa semakin kuat dan bisa membangun jatidiri pengusaha yang kuat dalam segala kondisi.

“TDA akan kita bawa kembali lagi ke nilai-nilainya, yaitu Silaturahmi, Integritas, Berpikir Terbuka, Orientasi pada Tindakan dan Keseimbangan Hidup. Hal ini yang akan kita tekankan dalam program-program 7.0. TDA berada di 100 Kota/kabupaten dan 6 di Luar Negeri, dengan 25.000 member yang teregistrasi di TDA Passport. Satu hal yang akan kita bawa yaitu EMPOWERMENT atau pemberdayaan dengan mengubungkan simpul-simpul sumberdaya yang ada di TDA, seperti yang saya dapatkan dari TDA. Ketika bisnis saya sedang turun banyak mentor yang secara sukarela membantu hingga bisnis saya bisa berjalan hingga saat ini,”ujar Presiden 7.0, yang akrab disapa Mas Baim ini.

Kolaboraksi Untuk Negeri, semoga narasi ini bisa menguatkan kita secara internal dan ekternal untuk bisa saling mendukung dan tumbuh dalam bisnis. Sehingga kita bisa melewati berbagai ujian bisnis yang pasti hadir. TDA berkomitmen untuk terus berkontribusi kepada Indonesia, dengan menciptakan pengusaha-pengusaha tangguh. (des)