Presiden Diminta Dengar Aspirasi Rakyat Pilih Calon Menterinya 

18
Diskusi ngopi Pas Forum Jurnalis Merah Putih Jokowi di Pusaran Minta Ini , Minta Itu, di Cikini, Jakarta, Selasa, 08 Oktober 2019-Foto Dani

Sironline, Jakarta – Presiden terpilih Joko Widodo disebut-sebut sedang pusing bukan kepalang. Betapa tidak, Jokowi begitu ia disapa diminta memenuhi permintaan sejumlah partai pendukung yang telah membawanya terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Meski Jokowi telah mengatakan komposisi menteri di kebinet kerja Jokowi jilid II 55% berasal dari kalangan professional dan 45% dari partai, namun menurut sejumlah pihak hal ini masih jadi perebutan partai pendukungnya.

Kapitra Ampera, politikus PDIP mengatakan jika periode kedua adalah pertaruhan bagi Jokowi untuk menunjukkan pada masyarakat dan akan menjadi catatan sejarah bagi Jokowi sebagai presiden yang akan dikenang rakyat Indonesia.

“Periode kedua Jokowi harus benar-benar memilih calon menteri yang memiliki visi, misi dan kesamaan dalam style dengan Jokowi. Menurut saya Jokowi harus pilih orang-orang yang profesional. Jika pun orang partai, tapi kuasai masalah profesional gak masalah,” paparnya.

Senada dengan Kapitra, Ketum PP Muhammadiyah Cak Nanto mengatakan agar Presiden Jokowi memilih calon menteri dari kalangan professional. Untuk itu ia meminta Presiden harus mau mendengarkan masukan, aspirasi dari masyarakat terkait calon-calon professional yang layak menjadi mentrinya.

“Periode kedua ini pertaruhan bagi Jokowi sehingga ia harus memilih menteri yang professional yang memiliki semangat perjuangan dan optimisme membangun negeri sama seperti Jokowi. Makanya nggak ada salahnya Jokowi tidak menutup diri, tapi harus mendengarkan banyak masukan sehingga didapatkan calon menteri yang sesuai dengan visi dan misi Jokowi,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan ada baiknya Jokowi memilih menteri dari kalangan professional daripada dari kalangan partai.

“Saya harap Jokowi mau dengar masukan, bukan menutup diri. Calon menteri Jokowi harus punya komitmen dan optimisme. Kalau dari kalangan politik, di hari pertama pelantikan para menteri asal partai sudah tentu memiliki agenda partai yang telah mengusungnya. Saya rasa calon menteri dari kalangan professional pun, tentu sudah melakukan berbagai pendekatan dengan partai-partai atau bisik-bisik politik dengan sejumlah partai. Karena mau tidak mau jika mereka terpilih tentu akan bersingungan dengan partai politik,” tambahnya.

Menyambung pernyataan Cak Nanto, Yudi Hendriana, Ketua UMUM IJTI mengartakan jika Presiden jangan sampai menutup lubang-lubang aspirasi masyarakat, demi demokratisasi di negeri ini tetap berjalan.

“Jangan seperti orde baru, semua saluran aspirasi disumbat. Dampaknya pemerintahan tidak akan akan berjalan dengan baik. Menurut saya semakin banyak terjadi diskursus publik yang memiliki basis-basis massa akan menghasilkan masukan yang terbaik bagi Jokowi. Janganlah aspirasi publik untuk calon menteri ditampung melalui perwakilan rakyat, karena belum tentu tersampaikan. Organiasasi politik berbasis massa seperti NU, Muhammadiyah yang berperan dalam memerdekakan NKRI saya rasa bisa didengar masukannya,” ujarnya. D. Ramdani