Ganjar Ramadhan : Anak Muda Wajib Berpolitik

136

Cianjur – Di usia 31 tahun, Ganjar Ramadhan bisa berbangga karena terpilih menjadi anggota DPRD Cianjur, Jawa Barat. Saat maju jadi calon legislatif Kabupaten Cianjur, Ganjar berada di nomor urut buncit, yakni 9. Namun semangat juangnya dan program yang menyentuh kepentingan masyakat membuat pria kelahiran Cianjur, 22 April 1988 dipilih rakyat. Kini semakin banyak anak muda yang merupakan hasil kaderisasi Gerindra Masa Depan mulai tampil di publik dan eksistensi mereka diakui masyarakat. Kepada Swara Indonesia Raya, Ganjar berbicara banyak tentang program hingga mimpi-mimpinya.

Bagi pria yang hobi otomotif ini, dunia politik dikenalnya setelah ia mengikuti Diklat Gerindra Masa Depan Lanjutan (GMD L) di tahun 2016. Banyak ilmu yang Ganjar peroleh selama mengikuti pendidikan. “Terutama wawasan ilmu dasar politik, ideologi berbangsa dan bernegara  dan masih banyak lagi ilmu yang saya dapatkan ,” terang Ganjar yang menyelesaikan studi S1 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan,  Universitas Suryakancana, Cianjur.

Sebelum terjun ke dunia poltik, Ganjar pernah menjadi guru dan bahkan bekerja di event organizer. Namun, karena keinginannya untuk mengabdikan diri bagi masyarakat,ia pun terjun ke dunia politik. “Saya pikir jalur politik adalah langkah yang tepat untuk merealisasikan keinginan,” ucapnya.

Karena itu semasa kampanye untuk memperebutkan kursi wakil rakyat, Ganjar mengakui tidak menawarkan hal yang muluk-muluk kepada konstituennya. “Saya hanya menyampaikan bahwa mari bangun komitmen bersama sama. Ketika terpilih insyallah saya akan merealisasikan aspirasi dari semua masyarakat. Apalagi saya selalu mengajak agar masyarakat cerdas dalam memilih tidak tergiur oleh politik uang,” tegasnya.

Salah satu hal yang menjadi konsentrasi Ganjar saat maju sebagai wakil rakyat, karena kekhawatirannya melihat tingkat pengangguran yang tinggi di Kabupaten Cianjur. Perlu langkah-langkah khusus agar mampu meminimalisir tingkat pengangguran dengan cara membuka lapangan pekerjaan seluas -luasnya.  Selain itu, Ganjar juga melihat banyak potensi yang indah. Sayangnya belum banyak tempat wisata di Kabupaten Cianjur yang ramai dikunjungi. Hal ini karena keterbatasan publikasi dan pengelolaan yang belum maksimal.  Selanjutnya faktor ekonomi adalah faktor yang vital sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengembangkan usaha ekonomi mikro.

Saat ini Ganjar melihat bangsa sangat kacau. Krisis moral, ideologi  dan hancurnya idealisme pemuda. Telalu banyak pemuda yang saat ini menjadi penjilat dan masuk ke ranah politik praktis sehingga idealismenya hilang, yang ada hanya pragmatisme.

Padahal menurut Ganjar mengutip Bertolt Brecht, penyair asal Jerman (1898-1956), menyampaikan pandangannya, bahwa buta yang terburuk adalah buta politik. Dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. “Jadi saya menganjurkan anak muda harus wajib berpolitik. Jangan antipati terhadap politik,” terangnya.

Dengan amanah yang diberikan, Ganjar akan berusaha semaksimal mungkin membawa perubahan, minimal kesejahteraan untuk sebagian masyarakat khususnya Kabupaten Cianjur.

Apalagi Ganjar terpilih sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cianjur. Ini merupakan amanah yang diberikan. “Saya akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahanan Partai, Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Cianjur,” ujarnya. Meski sebagai pemimpin, ia akan berusaha terus untuk belajar dengan para kolega yang telah beberapa periode menjadi wakil rakyat. “Pentingnya belajar dengan yang sudah senior. Para kolega ini sangat mumpuni sudah ada berapa periode jadi anggota DPRD,” terangnya.

Ganjar mengakui amanat ini sangat berat, tapi ia yakin bersama tiga pimpinan lainnya yakin akan membawa parlemen Cianjur ke arah lebih baik. “Kita juga akan melakukan kolaborasi dengan eksekutif,” ungkapnya.

Dengan jabatan ini, maka Ganjar ini memaksimalkan fungsi dan kewenangannya untuk mengarahkan anggaran bagi rakyat, peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), pemerataan pembangunan,  penguatan kemajuan desa dan mendorong kemajuan lembaga-lembaga keagamaan.

Mengakhiri pembicaraan dengan Swara Indonesia, setelah terpilih sebagai wakil rakyat, kini ia memiliki mimpi yang lain, yakni menjadi Bupati Cianjur. “Doakan ya,” pungkasnya. (dsy)