Sabtu, 26 November 2022 | 20:15 WIB
More

    Yang terkini dari De Tjolomadoe

    sironline.id |

    BACA JUGA

    Sironline.id, Karanganyar –  Pabrik yang dipoles menjadi destinasi wisata. Inilah Pabrik Gula (PG) Colomadu yang telah direvitalisasi menjadi tempat wisata dan kawasan komersial. Kini namanya menjadi De Tjolomadoe.  Berlokasi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. De Tjolomadu buka pukul 10.00-22.00 dengan biaya masuk Rp 25 ribu/orang.

    Bisa dibilang PG Colomadu dulunya adalah lambang kejayaan Indonesia sebagai produsen gula. Didirikan tahun 1861 oleh Mangkunegara IV. Tahun 1928, pabrik ini mengalami perluasan area lahan tebu dan perombakan arsitektur.   Namun, karena krisis akhirnya ditutup pada tahun 1998. Pabrik gula ini pun terbengkalai begitu saja. Lalu pada tahun 2017 PT PP (Persero) Tbk, PT PP Properti Tbk, PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko (Persero), dan PT Jasa Marga Properti membentuk Joint Venture dengan nama PT Sinergi Colomadu.

     

    Bekas bangunan PG Colomadu seluas 1,3 ha di atas lahan 6,4 ha itu mulai direvitalisasi dengan tetap mempertahankan nilai dan kekayaan historis yang ada. Mesin-mesin raksasa pabrik gula dipertahankan untuk memberikan wawasan sejarah bagi pengunjung. Bintik-bintik karat di mesin giling mengajak pengunjung menerawang ke masa lampau. Selain museum, De Tjolomadoe juga memiliki sejumlah ruangan yang diberi nama dengan nama asli ruangan saat menjadi PG Colomadu.

    Sebut saja Stasiun Gilingan yang difungsikan sebagai Museum Pabrik Gula, Stasiun Ketelan sebagai area F&B, Stasiun Penguapan sebagai area Arcade, Stasiun Karbonatasi sebagai area Art & Craft, Besali Café sebagai F&B, Tjolomadoe Hall atau concert hall, dan Sarkara Hall sebagai multi-function hall.

    Salah satu yang menarik, saat kami memasuki sebuah ruangan yang khusus membahas sejarah mengenai pabrik gula ini. Sejarahnya lengkap, mulai dari dibangunnya pabrik ini pada 1861 silam, sampai bagaimana pabrik ini bisa menjadi produsen gula terbesar di Indonesia, sebelum akhirnya harus tutup pada 1998. Dan walaupun ruangannya khusus membahas sejarah, tapi desainnya tetap dibuat menarik untuk difoto.

    Selain sebagai objek wisata, De Tjolomadoe juga difungsikan sebagai tempat kegiatan MICE (Meetings, Incentives, conferencing, exhibitions). Hal itu pun sudah dibuktikan dengan kemampuannya saat jadi venue konser David Foster dan Anggun C Sasmi beberapa waktu lalu.
    De Tjolomado memiliki concert hall dengan kapasitas 3.000 orang serta ruang pertemuan dan pameran berkapasitas 1.000 orang. (des)

     

    BERITA TERBARU

    POPULER

    BERITA PILIHAN