Meuthia Z Rizki : Hidup Harus Kaya Raya dan Bermental Sukses

1301

sironline.id, Jakarta –  Meuthia Z Rizki pernah memiliki pengalaman buruk di masa lalu. Namun kini ia berhasil menjadi seorang trainer dan motivator. Banyak orang datang dalam seminar yang digelarnya. Ragam perusahaan mengundangnya untuk memotivasi para karyawan. Kini ia mampu meraih mimpi-mimpinya, karena kejatuhan di masa lalu. Thia, panggilan akrabnya berbagi kisah.

Dalam perbincangan, Thia menceritakan, sebelum menjadi trainer dan motivator seperti sekarang ini, ia pernah bekerja sebagai sales di hotel dan perusahaan saham. Lalu pada tahun 2001, Thia bergabung dengan perusahaan direct selling, Oriflame. Saat itu, ia menjadi kepala cabang sekaligus sebagai trainer internal mereka. “Aku memberikan training kepada para member. Mulai dari training produk, leadership, hingga cara jualan,” ucap ibu dua orang anak ini.

Hanya 2 tahun bekerja di kantor Oriflame, ia memutuskan resign untuk menjadi membernya pada tahun 2004.  “Aku memilih menjadi membernya, karena bekerja untuk diri sendiri. Apalagi aku paham ilmu sales. Yakni kita bisa menciptakan orang jadi butuh, yang tadinya merasa gak butuh,” terangnya tersenyum.

Dalam rentang 3 tahun, Thia mencapai level Diamond dengan downline sebanyak 500 orang. Tak hanya itu, ia juga tetap rutin memberikan training kepada para member di jaringannya.

Tahun 2012, ia ditawari membuat buku tentang kisah hidupnya. Perjalanan hidup Thia memang istimewa.  Sebuah penerbit menawarkan kisahnya dibukukan untuk menjadi inspirasi, namun, ia enggan menulisnya sendiri dan meminta Alberthiene Endah, seorang penulis kondang yang biasa menuliskan kisah perjalanan hidup orang-orang beken. Buku itu berjudul Memeluk Mimpi Mendayung Harapan. Setelah bukunya terbit, ia sering dipanggil untuk talkshow. Ia pun makin menyadari kemampuannya. “ Aku memang suka berbicara depan orang banyak, karena pada dasarnya aku suka ngajar, sesuai cita-citaku sejak SD. Jadi guru, ” katanya.

Belajar Tiada Henti

Untuk meningkatkan kemampuannya, ia mengikuti ragam kursus. “Aku belajar public speaking di dua tempat yang berbeda. Tahun 2011 dan tahun 2014. Ambil training tentang sales ke perwakilan Zig Ziglar. Ambil training ini itu ini itu. Pokoknya belajar terus, ” tukasnya.

Tahun 2015, salah satu sepupunya mengajak bergabung ke perusahaan training milik keluarga. “Aku diajak untuk nerusin perusahaan training bapaknya. Karena bapaknya trainer tunggal dan beliau meninggal dunia. Padahal banyak perusahaan yang meminta jasanya tapi ya gak bisa jalan karena belum ada pengganti. Semua anak-anaknya di luar negeri. Sejak saat itu aku menjadi trainer di sana, ” katanya.

Meski sudah mencapai posisi tinggi di bisnisnya, telah dikenal dan sering memberikan pelatihan-pelatihan, Thia tidak berhenti untuk belajar agar semakin bisa mengasah ilmunya.

Karena itu, kini Thia dikenal sebagai high performance trainer. “Jadi bagaimana manusia itu memiliki high perform, sebagai karyawan maupun dalam bisnis. Jadi lebih belajar ke mental sukses. Mau sukses di manapun ya perlu mental dan attitude bagus, ” terangnya.

Dalam 4 tahun terakhir, panggilan untuk memberikan motivasi, datang dari berbagai instansi. Mulai dari BUMN hingga perusahaan swasta. Tidak hanya di Jakarta tapi berbagai daerah di Indonesia. Dalam sekali training, biasa yang ikut antara 40-75 orang

“Kalau untuk perusahaan, umumnya self development para karyawan supaya kerjanya oke, produktivitasnya jadi bagus. Karena fenomenanya kan banyak bener karyawan hitung-hitungan ama perusahaannya. Gaji telat satu hari pasti berisik, lah giliran dia telat datang pagi dan jam makan siang melar, enggak merasa bersalah ” jelasnya.

Selain memberikan training untuk perusahaan, Thia juga menggelar training umum.“ Aku juga punya training publik sendiri dimana semua orang bisa ikut. Nah, dua jenis training ini memiliki tantangan masing-masing. Kalau di perusahaan, kan karyawan diwajibkan, jadi mau gak mau ikut, merasa ga butuh tapi wajib ikut, jadinya gimana sih ? Dari gaya duduknya aja bisa kelihatan terpaksa. Badan di ruang training, pikiran kemana – kemana. Tapi itu tantangan buat aku gimana mereka tetap memperhatikan materi aku, dan alhamdulillah selalu berhasil, karena aku trainer galak dan kejam, hahaha…, “ ucapnya sambil tertawa.

“Kalau yang training untuk umum, itu benar-benar rebutan tempat. Biasanya 1 batch hanya untuk 27 orang, namun sekarang 40 orang. Sudah dibilang full sama adikku yang membantuku urusan pendaftaran, mereka tetap transfer dan mohon – mohon diselipkan di mana saja katanya. Hahaha. Ya sudah, jadi sekarang dibuka untuk 30 – 40 orang,” lanjutnya tersenyum.

Untuk training umum, biaya per orang Rp 1,5 juta untuk workshop satu hari. “Dalam sebulan, biasa 2 kali. 1 kali di Jakarta, 1 lagi luar Jakarta,” ucapnya. Sementara untuk perusahaan, biaya Rp 3.5 juta/per orang. “ Di perusahaan trainingnya itu selama 2 hari ” katanya. Saat ini Meuthia memiliki perusahaan training bersama temannya.

Setelah buku pertama terbit tahun 2012, Thia memutuskan menulis buku kedua. Judulnya  Aku Edisi Baru. “Dan sekarang saya sudah merilis buku ketiga, judulnya Pikiran adalah Kunci, ini tentang pikiran bawah sadar yang bisa membawa kita pada hidup penuh kemudahan, keberuntungan dan keajaiban. Contoh ada orang dari tahun ke tahun gak pernah habis utangnya. Jadi hidupnya terjerat utang, itu pasti yang salah pertama-tama adalah apa yang ada dipikirannya. Atau ada orang yang setiap bisnis gagal, ada juga orang yang mengalami kisah perpisahan dan stress dan beberapa orang yang sakit karena ulah pikirannya sendiri, ” jelasnya.

Follow Meuthia di Instagramnya Meuthia Z Rizki dan Facebooknya, Anda akan menemukan statusnya yang mengajarkan bahwa hidup itu harus kaya raya dan wajib memiliki mental sukses. Gaya bicara Meuthia yang blak-blakan, ‘terlihat sadis’ namun  kocak sangat menarik untuk diikuti. (dsy)