More

    Kulit, Sistem Pertahanan Pertama Bayi dari Iritasi dan Infeksi

    BACA JUGA

     

    Tubuh manusia adalah rumah bagi triliunan mikroorganisme yang dikenal sebagai microbiome, yang berfungsi sebagai garis pertahanan pertama melawan patogen. Meskipun microbiome merupakan aspek penting bagi sistem kekebalan bayi, keberadaannya di kulit bayi masih berkembang.

    Dokter spesialis kulit dan kelamin yang juga merupakan ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia, dr. Srie Prihianti, Sp.KK, FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa pada bulan-bulan ketika sistem kekebalan tubuh bayi masih berkembang, kulit mereka 30% lebih tipis dan lebih sensitif daripada kulit orang dewasa. Dengan demikian, kulit bayi lebih cepat kehilangan kelembapan serta rentan terhadap iritasi dan infeksi.

    dr. Srie Prihianti, Sp.KK, FINSDV, FAADV

    “Para ibu sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih produk perawatan kulit. Pastikan menggunakan produk bayi yang teruji lembut serta tidak merusak keseimbangan pH ataupun microbiome kulit. Keseimbangan microbiome kulit merupakan salah satu faktor penting yang berperan pada sistem pertahanan pertama kulit bayi dari pengaruh dunia luar agar terhindar dari iritasi dan infeksi,” katanya kepada media di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

    Ditambahkan, ada tiga penyebab infeksi kulit, yakni bakteri, virus, dan jamur. Bakteri menyebabkan bisul, virus penyebab cacar, sedangkan jamur menyebabkan panu atau kurap. Kulit yang diolesi skincare yang bagus, produknya sesuai, dan cara aplikasi yang baik, akan tetap terjaga dan berfungsi baik. Paling tepat, dikatakan, pakai produk untuk kulit sesuai usia.

    Khusus untuk bayi yang tidak punya bakat alergi pun, berarti cenderung normal, kulitnya tetap sensitif. Karena itu, hindarkan pemakaian produk yang mengandung bahan-bahan yang bisa mengiritasi kulit. Tanda kulit yang teriritasi biasanya berwarna kemerahan atau timbul ruam.

    Karena masih sensitif, dr. Prihianti juga menyarankan para ibu untuk tidak melepas baju bayinya ketika hendak menjemurnya di pagi hari. “Melanin pada kulit bayi belum terbentuk sempurna. Mereka lebih mudah sunburn. Jadi, kalau mau menjemur bayi untuk vitamin D, tidak perlu lama-lama, cukup 10 menit sebelum jam 9 pagi, dan bayi harus tetap memakai baju. Gendong saja sambil jalan,” ujarnya.

    Untuk mencegah kulit bayi menjadi lebih kering, pastikan suhu air mandi suam-suam kuku. “Jangan terlalu ekstrem, terlalu dingin atau terlalu panas. Paling baik sesuai suhu tubuh, jadi sedikit saja hangatnya.”

    Bayi yang menderita alergi di bawah usia satu tahun biasanya karena food alergi. Jadi pastikan konsultasi ke dokter bila mendapati kulit bayi kemerahan atau timbul ruam. (Est)

    BERITA TERBARU

    Menhan Prabowo Tegaskan Pentingnya Ketahanan Nasional

    Malang, SirOnline.id - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto memberikan kuliah umum bertajuk “Urgensi Ketahanan Nasional dalam Kepemimpinan Nasional”...

    POPULER

    BERITA PILIHAN

    Umbul Sidomukti, Wisata Primadona Semarang

    INDEF: Wajar Aset BUMN Naik

    Sistim Logistik Ikan Belum Optimal