Berbagi Asa Kepada Anak-Anak Penderita Kanker

10

Surabaya – Kanker adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Kanker bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Anak-anak pun tidak luput menjadi korban dari keganasan penyakit ini.

Menurut data Kementerian Kesehatan, di Indonesia diperkirakan terdapat 4.100 kasus kanker baru yang menimpa anak-anak. Pada anak usia 0-14 tahun, prevalensi kanker anak adalah 9 per 100 ribu penduduk. Sementara pada usia 0-5 tahun, prevalensi kanker anak adalah 18 per 100 ribu penduduk dengan jenis kanker yang beragam seperti leukimia, retinoblastoma, osteosarcoma, limfoma maligna, neuroblastoma, karsinoma, nasofaring dan lainnya.

Kanker darah dan kanker mata merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang anak di Indonesia.

Dilandasi rasa empati terhadap anak-anak penderita kanker tercetuslah sebuah gerakan sosial untuk memberikan dukungan moril serta memberikan bantuan kebutuhan dasar keluarga dengan anak penderita kanker bernama HORE Community.

HORE atau Hope of Relationship and Empathy yang digagas oleh Novie Indravati, Nyemas Uci, Dewi Firdana, Tri Rutantiningsih, dan Vita Emalia ini merupakan komunitas sosial non profit yang terbentuk pada 13 Agustus 2017 di Surabaya.

Fokus HORE Community adalah menjadi jembatan antara donatur, relawan dengan keluarga pasien anak baik kanker maupun penyakit beresiko tinggi lainnya untuk memperjuangkan dan membantu kesulitan-kesulitan yang dialami keluarga anak kanker, khususnya bagi yang masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan melakukan penggalangan dana.

Kehadiran HORE Community juga sebagai upaya meningkatkan rasa empati dan simpati masyarakat untuk saling membantu memberi harapan dan kekuatan sehingga keluarga pasien tidak merasa sendiri dalam memperjuangkan kesehatan anak.

Sejak berdiri, HORE Community telah melakukan berbagai kegiatan berupa penyaluran bantuan obat-obatan yang tidak masuk dalam plafon biaya BPJS Kesehatan dan kebutuhan lainnya yang diperlukan untuk anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, pendampingan kepada keluarga pasien pejuang kanker, membagikan berbagai perlengkapan tulis, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya baik untuk pasien, maupun anak yatim piatu.

“Tak hanya itu, kami juga membagikan mainan baru maupun bekas layak pakai, baju anak dan dewasa baru maupun bekas layak pakai, perlengkapan mandi, diaper sekali pakai. Kami juga menggelar kegiatan berwisata bersama pasien, anak yatim piatu dan anak merdeka. Seminar dan kampanye/sosialisasi tentang penyakit beresiko tinggi pada anak khususnya kanker ke sekolah dan komunitas lain, baik yang berada di Surabaya maupun di luar Surabaya,” jelas Novie Indravati, salah satu Founder HORE Community.

Pekan lalu, HORE Community dan Komunitas Malaikat Tanpa Sayap (MTS) berkolaborasi menggelar donasi bagi anak penderita kanker di RS Soetomo Surabaya bertajuk ‘HORE Bersama Sahabat’.

Donasi berupa uang tunai, pakaian, makanan, perlengkapan mandi, diaper sekali pakai dan lain-lain disalurkan kepada 170 anak penderita kanker.

Perasaan haru dan bahagia terpancar jelas di wajah para pejuang cilik. Menurut Novie, kegiatan ini merupakan wujud motivasi terbesar dari kami untuk selalu berjuang bersama menebar kebaikan kepada sesama.

Pada kesempatan tersebut tak lupa ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh donatur, dokter, perawat, karyawan dan keluarga pasien di Irna RS Soetomo Surabaya serta seluruh relawan HORE Community dan Komunitas Malaikat Tanpa Sayap atas partisipasinya mensukseskan acara HORE Bersama Sahabat.

“Harapannya tak muluk-muluk, kami hanya ingin meringankan beban keluarga dan mengembalikan keceriaan anak-anak pejuang kanker,” pungkas Novie.