Prabowo : Pertahanan adalah Investasi dan Bukan Sekadar Biaya

19

 

Sironline.id, Jakarta – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono yang baru dilantik Presiden Joko Widodo 23 Oktober lalu, mengaku sedang melakukan inventarisasi masalah, mempelajari semua program yang sudah dilaksanakan, sedang berjalan hingga yang akan dilaksanakan di kementrian yang sedang dipimpinnya. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat membuka pemaparan program Kementerian Pertahanan dalam rapat kerja dengan Komisi I di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Menurutnya, demi mewujudkan visi dan misi kepala negara dan pemerintahan Presiden RI Joko Widodo yakni terwujudnya Indoensia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian serta berlandaskan goyong royong, Menhan mengatakan akan berupaya keras untuk menjaga kedaulatan NKRI. “Di situlah ranah bidang tugas kami, memberikan perlindungan bagi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Inilah visi dan misi kami yang akan menjadi landasan kami kerja ke depan,” paparnya.

Prabowo menegaskan jika guna menjaga ketahanan negara, ia memaparkan wawasan pemikiran, filosofi yang akan mendasari perumusan kebijakan umum Kemenhan ke depan dengan bertumpu pada pemahaman terhadap tujuan bernegara. Karena itu, Prabowo menekankan jika pertahananan dan keamanan negara tidak boleh dipandang suatu tambahan atau suatu adendum, atau hanya sebatas keikutsertaan, tapi ini adalah tujuan bernegara yang pertama, yakni memberikan perlindungan bagi seluruh warga negara Indonesia.

“Kita boleh bangun infrastruktur negara yang banyak dan hebat, tapi jika kita tidak mampu menjaga wilayah laut, darat dan udara, saya rasa kita akan hilang kedaulatan dan ketahanan kita sebagai negara,” tegasnya.

Berikutnya mantan Komandan Jenderal Kopassus itu menekankan pentingnya memiliki wawasan pemikiran, doktrin hankamneg (pertahanan, ketahanan negara) yang harus dirumuskan bersama. Menurutnya, pertahanan bagi Indonesia bukanlah bersifat ofensif melainkan defensive demi menjaga kedualantan NKRI.

“Kita tidak beniat untuk mengganggu bangsa lain manapun. Tapi juga kita tidak boleh membiarkan wilayah kita, kepentingan dan kekayaan kita diganggu oleh bangsa lain. Jadi ini yang akan mendasari pemikiran kami,” jelasnya.

Demi menjaga kedaulatan negeri, Prabowo mengingatkan sejarah bahwa Indonesia tempo dulu bahwa pertahanan dilakukan oleh rakyat semesta. Sehingga jika pun sampai terpaksa Indonesia harus terlibat dalam peperangan, maka yang akan dilakukan adalah perang rakyat semesta.

“Konsep of the total people war itu adalah doktrin indonesia selama ini, lahir dari sejarah kita, bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut bela negara. Mungkin saja prasarana kita dihancurkan lawan, tapi saya yakin Indonesia tidak mungkin diduduki bangsa lain, karena seluruh rakyat akan jadi kompenen pertahanan seluruh negara. Ini jadi fokus persiapan dan pemikiran pertahanan dan keamanan kita ke depan,” bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan selain TNI (Tentara Nasional Indonesia) sebagai komponen utama pertahanan dan keamanan tentu Indonesia perlu menyiapkan komponen pendukung dari seluruh kompenan sektor mulai dari petani, nelayan, swasta, akademisi, ormas, parpol sebagai penjaga wilayah NKRI darat, laut udara agar terbebas dari ancaman.

“Kita akan lakukan di pulau-pulau besar agar dapat bertahan secara mandiri. Kebijakan Luar Negeri kita bebas aktif. Kita ingin bersahabat dengan semau pihak. Bagi saya sendiri yang menganut filisofi 1000 kawan terlalu sedikit, 1 lawan terlalu banyak,” tambahnya.

Selain itu, guna mendorong terciptanya pertanahan dari sektor non militer, maka diperlukan peran dari kementrian lain, salah satunya Kementrian Pendidikan dan Riset Dikti. Untuk itu Menhan menginginkan adanya pembekalan bela negara mulai SMP, SMA hingga di perguruan tinggi. Ia mencontohkan jika di negara adidaya Amerika sumber perwira 20% berasal dari akademi militer dan 80% dari komponen pendukung seperti universitas.

Prabowo mengatakan jika Indonesia memiliki industry pertahanan yang mampu memproduksi alat-alat pertahanan alutista di dalam negeri sendiri. Mulai dari peluru hingga roket bisa diproduksi di dalam negeri karena semua bahan bakunya tersedia. Karena itu ia optimis dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan memiliki Industri pertahanan yang kuat. Ia mengatakan jika peralatan pertahanan dan keamanan yang diproduksi PT Pindad, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia sudah banyak dibeli negara lain, sehingga Indonesia ke depan akan menjadi negara yang disegani, kuat dan profesional yang mampu menangani berbagai permasalahan di berbagai lini secera bersamaan, dengan kegiatan yang tangguh.

Karena itu, Prabowo menegaskan demi mewujudkan pertahanan dan keamanan harus dipandang bagai sebuah investasi dan bukan sekadar biaya.

“Defence is not cost, but defence is an investment. Kita yang bertanggung jawab di bidang pertahanan dan keamanan, tidak boleh biarkan Indonesia lemah, dengan biaya berapa pun menurut saya, Indonesia harus kuat. Jika tidak, kita akan diinjek-injek bangsa lain,” ujarnya lagi.

Menhan mengajak seluruh komponan bangsa memulai meneruskan dan membangun sistem pertahanan  yang baik dengan efeisinsi anggaran dan efiesiensi kerja. Menurutnya tidak mungkin ada perdamaian jika tidak ada strabilitas. Begitu juga stabilitas tdiak akan terwujud jika tanpa pembangunan ekonomi. Terakhir jika pembangunan ekonomi tidak terealisasi, maka tidak akan mungkin tercipta kemakmuran. Disinilah pentingnya mencapai stabilitas dengan harus melakukan investasi di sektor pertahanan. Dan pertahanan adalah investasi. D. Ramdani