Menhan Perjuangkan Tambahan hingga 500 Batalyon Komcad

28
Prabowo Subianto - Seskoal
(SirOnline/Tim Media Prabowo)

Jakarta, SirOnline.id – Indonesia saat ini telah berhasil menetapkan 13 batalyon komponen cadangan (komcad) dari target 40 batalyon. Namun, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan sedang memperjuangkan tambahan hingga 500 batalyon.

“Ini sedang saya perjuangkan. Kita butuh minimal 500 batalyon komcad. Kenapa? Karena, kita punya 514 kabupaten dan kota,” ujar Prabowo, saat menjadi pembicara Seminar Maritim Internasional 2022, Jakarta, Selasa (13/9).

Prabowo menjelaskan, seluruh batalyon tempur yang dimiliki Indonesia saat ini berada di kisaran 200 batalyon. Ia menegaskan, dibutuhkan sekitar tambahan 300 batalyon.

“Ini adalah tantangan, tapi akan kita capai. Kemarin KSAL KSAD KSAU sudah lihat kualitas komcad yang kita hasilkan, tiga bulan latihan mereka cukup membanggakan,” ucap Prabowo.

Mengenai aggota komcad, lanjutnya, sudah tertuang dalam berbagai undang-undang, sebelum lahirnya Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara yang mengamanatkan pembentukan komcad berasal dari unsur warga negara.

Menurut Prabowo, anggota komcad adalah amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 27 dan 30. Dalam kedua pasal tersebut, setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara.

“UU Nomor 3 Tahun 2002, sudah disebutkan setiap warga negara berhak dan wajib dalam usaha pertahanan dan keamanan negara,” jelas Prabowo.

Baca: Menhan Tegaskan Pentingnya Bangun Kekuatan Maritim demi Kedaulatan Bangsa Indonesia

“Kita bicara Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) sudah puluhan tahun, dari tahun 1960-an yang kala itu istilahnya Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta),” imbuhnya.

Sebelumnya, sebanyak 2.974 orang komcad ditetapkan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus), Batujajar, Bandung, Kamis (8/9), terdiri dari 450 orang rindam II/Sriwijaya, 500 orang rindam VI/Mulawarman, 500 orang rindam IV Hasanuddin, 499 orang Komando Pendidikan Marinir Kodikmar, 500 oramg Pusdiklat Kopasgat TNI AU, 50 orang Pusdik Kowad TNI AD, dan 475 orang Universitas Pertahanan RI. (at)