Rabu, 5 Oktober 2022 | 12:34 WIB
More

    Cina Hentikan Latihan Militer, Taiwan Diam-diam Susun Strategi

    sironline.id |

    BACA JUGA

    Jakarta, SirOnline.id – Hingga kini, kabar tentang perseteruan Cina dan Taiwan masih jadi perbincangan, meski Cina sudah menghentikan latihan militernya di kawasan Taiwan.

    Namun kabarnya, Beijing belum selesai atas hal itu. Pihak Cina diyakini akan kembali melakukan konfrontasi jika Taiwan benar-benar berani kerjasama dengan Amerika Serikat dalam hal menjaga kedaulatan negaranya.

    Sebab Cina mengklaim, jika Taiwan masih berada dalam wilayah mereka. Sehingga kedatangan Nancy Pelosi beberapa waktu lalu seharusnya tidak dilakukan.

    Jika dilihat dari pemberitaan belakangan ini, Cina tampaknya sangat agresif mengklaim wilayah Taiwan. Dan Taiwan sendiri terkesan diam saja.

    Namun dilansir dari CNBC Indonesia, Jumat (12/8). Taiwan sudah menyusun rencananya sendiri untuk membuat Cina kapok bermain-main dengan api.

    Di bawah Presiden Tsai Ing-wen, para pejabat Taiwan diam-diam mendekati Washington. Pendekatan ini bisa membuat mereka mendapat keuntungan berupa penjualan senjata dan dukungan demokrasi.

    Tidak seperti Cina, Taiwan memilih menahan diri untuk tidak memamerkan keberhasilan itu, dalam upaya untuk menghindari ledakan dari Cina.

    Beijing baru-baru ini dikabarkan telah mengirim lusinan pejuang, untuk melintasi garis tengah yang memisahkan perairan antara Cina dan Taiwan.

    Kendati demikian, Taiwan menegaskan, jika mereka tidak akan melakukan tindakan. Sebab kesalahan mengambil keputusan bisa menyebabkan perang besar.

    Baca: Balas China, Taiwan Akan Gelar Latihan Militer Anti-Pendaratan

    Bahkan menurut pengamat asal Taiwan, Cina sudah mempermalukan diri mereka sendiri setelah melakukan konfrontasi kepada taiwan dan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi.

    “Kali ini dunia telah melihat melalui tindakan Cina,” kata Profesor politik di National Taiwan Normal University Fan Shih-ping, masih dilansir dari CNBC Indonesia.

    “Taiwan telah menjadi fokus baru dunia,” pungkasnya. (irv)

    BERITA TERBARU

    POPULER

    BERITA PILIHAN