Kontribusi Sektor Pertanian Meningkat Saat Pandemi

24

sironline.id, Jakarta- Rektor Institut Pertanian Bogor Arif Satria mengatakan berdasarkan data The Economist Intelligence Unit 2020, sejumlah indeks pangan menunjukkan Indonesia menempati peringkat lebih rendah dari negara lain di ASEAN, antara lain pada global food security index  menunjukkan Indonesia berada di peringkat 62, di bawah Malaysia dengan ranking 28, Thailand ranking 51, dan Vietnam ranking 53.

Begitu pula pada global hunger index scores, peringkat Indonesia paling tinggi sebesar 19,1, sedangkan Philipina 19,0, Vietnam 13,6, Malaysia 13,3, dan Thailand 10,2. “Kita juga parah. Kita jauh di bawah Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina,” jelasnya di acara webinar Indef bertema Daya Tahan Sektor Pertanian: Realita atau Fatamorgana, Rabu (17/2/ 2021).

Dalam food sustainalibity index, Indonesia lebih rendah rankingnya dibanding Ethiopia dan Zimbabwe. “Kalau dulu kita tahu Ethiopia itu adalah negara yang identik dengan kelaparan, ternyata punya ranking lebih bagus untuk food sustainability index-nya dibanding kita,” tambahnya.

Berdasarkan data tersebut, Indonesia berada di peringkat 60. Adapun Zimbabwe berada di peringkat 30, Ethiopia peringkat 27, Jepang di peringkat 6, dan Prancis di peringkat 1. “Itu sesuatu yang sangat serius untuk kita sikapi,” tambahnya.

Di samping itu, berdasarkan indeks keamanan pangan global, Indonesia berada di peringkat 62 dari 113 negara, dengan mengantongi skor 63 dari 100. Peringkat keamanan pangan Indonesia pada 2019, tercatat di bawah Vietnam yang peringkat 53 dan Thailand yang di peringkat 51.

Peringkat Indonesia itu juga jauh di bawah Malaysia yang menempati peringkat 28. “Ada masalah food security index kita yang emang ini ternyata bermasalah kalau kita ini jauh di bawah Malaysia,” ujarnya.

Isu terakhir yang disoroti mengenai susut pangan dan limbah pangan (food losss and food waste). Indonesia termasuk kontributor limbah pangan terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi. Berdasarkan data Barilla Center 2017, Indonesia tercatat menyumbang 300 kilogram limbah pangan per orang per tahun. Adapun Arab Saudi berkontribusi memproduksi 427 kilogram limbah pangan per orang per tahun.

Kontribusi sektor pertanian terhadap PDB nasional  secara umum di masa pandemi ini meningkat dari  12,9 persen di tahun 2019 menjadi 15,01 persen pada Q2 2020. “Ini menunjukkan perannya sebagai penyelamat ekonomi nasional. Di antara 3 sektor besar (manufaktur, perdagangan dan pertanian, dengan total share sekitar 50%), hanya sektor pertanian yang memiliki pertumbuhan positif sebesar 2,2%. Pada sektor pertanian, sub sektor yang memiliki pangsa terbesar terhadap PDB  pertanian meningkat tajam dari 21,63% pada tahun 2019 menjadi 25,82% pada Q2 2020,” jelasnya.