Target Investasi Tahun Ini Rp 900 triliun

9

sironline.id, Jakarta –  Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendapatkan perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar realisasi investasi tahun ini tembus Rp900 triliun.

“Saya akan mencoba memformulasikan itu dengan langkah-langkah yang konkret, komperhensif dan terukur agar strategi bisa jitu untuk bisa mencapai angka Rp 900 triliun tersebut. Ini bukan perjaan yang mudah, tapi sebagai pembantu presiden harus menjalankan dan mengupayakan secara maksimal,” kata Bahlil, Senin (25/1/2021).

Ia menambahkan, dengan ditemukannya vaksin Covid-19 dan disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja, bisa mempermudah target realisasi investasi itu. “Sudah barang tentu ini bisa terwujud kalau pertama, Covid kita bisa diatasi dengan vaksinasi yang baik. Kedua kita bersyukur UU Cipta Kerja Omnibus Law ini sebentar lagi  PP-nya berakhir, Februari ini bisa kita eksekusi dan implementasinya untuk di BKPM mungkin di Juli akhir,” ungkapnya.

Untuk itu ia akan mencari formulasi dengan langkah konkret dan terukur agar target tercapai. Selain itu dia akan membentuk tim dan satuan tugas untuk menjalin komunikasi yang aktif dengan pengusaha dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi di tengah pandemi Covid-19.

Berdasarkan catatan BKPM, capaian realisasi investasi sepanjang 2020 mencapai 826,3 triliun, melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp817,2 triliun. Realisasi investasi tersebut tumbuh 2,1 persen dibandingkan capaian realisasi investasi 2019 sebesar Rp809,6 triliun. Total realisasi investasi itu terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp412,8 triliun atau mencapai 49,9 persen dari total realisasi investasi. Sementara itu sisanya berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp413,5 triliun atau sebesar 50,1 persen.

Sementara itu PMA membukukan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan PMDN pada kuartal IV 2020. PMA tumbuh Rp111,1 triliun atau naik 5,5 persen (yoy) dan PMDN tercatat tumbuh 0,7 persen (yoy) menjadi Rp103,6 triliun.

Sektor yang menjadi favorit investasi di kuartal IV adalah sektor transportasi, telekomunikasi dan pergudangan, serta air, listrik dan gas. Sementara itu Singapura masih mendominasi investasi di Indonesia dengan nilai US$2,6 miliar pada kuartal IV/2020, disusul oleh China.

Investasi di luar Jawa pada kuartal IV/2020 mencapai 113,3 triliun atau tumbuh 9,2 persen (yoy), dan investasi di pulau Jawa sebesar Rp101,4 triliun atau turun 4 persen (yoy).