Gerindra Minta Gaji Kadernya di DPR-DPRD Dipotong Bantu Korban Bencana

15

Bencana alam yang terus terjadi di berbagai daerah, menyentuh Partai Gerindra untuk bergerak membantu masyarakat yang terdampak musibah bencana alam di berbagai wilayah di Indonesia. Terkait hal tersebut, Sekretaris Jendral Partai Gerindra, Ahmad Muzani meninstruksikan pada kader Partai Gerindra untuk turut membantu, dengan cara memotong gaji anggota Dewan, baik yang duduk di DPR maupun   DPRD daerah. “Kami instruksikan kepada seluruh kader Gerindra dan para pengurus partai yang daerahnya dekat dengan lokasi bencana untuk turun membantu para korban bencana, kepada DPC-DPC Jawa Barat, DPD Jawa Barat untuk membantu korban longsor di Sumedang Jawa Barat, kepada DPD Kalimantan Selatan, DPD Gerindra Kalimantan Tengah, DPD Gerindra Kalimantan Timur untuk membantu bencana banjir di Kalimantan Selatan,” kata Muzani dalam keterangannya, Selasa (19/01/2021).

Tak hanya itu, Muzani juga meminta kader Gerindra baik di DPC maupun DPD Gerindra Sulawesi Utara untuk membantu korban banjir rob di Kota Manado, sedangkan kader yang beraad di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan untuk membantu korban bencana alam gempa bumi di Sulawesi Barat.  “Bantuan dalam bentuk apapun, sebesar dan sekecil apa pun yang diberikan oleh partai Gerindra, merupakan sebuah empati sebagai keluarga besar Partai Gerindra kepada rakyat yang telah memberikan kepercayaannya kepada partai Gerindra,” tutup Muzani.

Partai Gerindra juga mengajak masyarakat dan seluruh kadernya untuk bergotong-royong membantu warga terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.”Hari-hari ini bangsa kita sedang dirundung bencana yang memakan korban. Kami ingin mengetuk hati saudara-saudara bangsa Indonesia untuk bersama-sama saling membantu di tengah masa bencana khususnya di tengah pandemi Corona yang belum juga turun,” tutur Muzani.

Muzani menambahkan, beberapa waktu terakhir masyarakat Indonesia dikagetkan dengan berbagai peristiwa kecelakaan dan bencana alam seperti jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, longsor di Sumedang, banjir di Kalimantan Selatan, gempa di Sulawesi Barat, Ombak deras dan rob di Manado, meletusnya gunung Semeru, serta bencana alam lain yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. “Kita harus bergegas menyatukan kekuatan kita untuk kembali bergotong royong membantu saudara-saudara kita menunjukkan empati, solidaritas, dan simpati atas mereka yang menjadi korban. Kami meminta masyarakat bersatu padu untuk membantu saudara, sahabat, kerabat kita yang menjadi korban bencana tersebut. Kita doakan agar mereka yang menjadi korban dan meninggal dunia diterima di sisi-Nya, keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi ini,” kata Muzani.

Diketahui, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah ada 154 bencana alam terjadi di Indonesia sejak awal tahun. Ia menyebut mayoritas bencana alam yang terjadi ialah banjir, angin ribut, hingga longsor. Ia menambahkan, dari total bencana alam yang terjadi itu, tercatat ada 140 korban meninggal dunia dan 776 luka-luka.

Secara geografis dan geologis, Indonesia ini rawan bencana alam. Untuk mengurangi dampak bencana sudah jadi kewajiban masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan untuk meningkatkan rasa kesiapsiagaan. Sesuai surat edaran yang dikeluarkan Kemendagri, pemda juga diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan dan mengaktifkan, memobilisasi segala kekuatan dalam rangka penanggulangan bencana. (Dani)