Sufmi Dasco: Persoalan Nakes Perlu Feedback Cepat, Masukan dari PB IDI Bisa Di Gantikan Komite Covid-19

20
Sufmi Dasco Persoalan Nakes Perlu Feedback Cepat, Masukan dari PB IDI Bisa Di Gantikan Komite Covid2
Sufmi Dasco Persoalan Nakes Perlu Feedback Cepat, Masukan dari PB IDI Bisa Di Gantikan Komite Covid2

SIRONLINE.ID, Jakarta – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), mendorong pemerintah membentuk komite keselamatan tenaga kesehatan (nakes). Saran tersebut merespons atas meninggalnya 100 dokter setelah bertugas dan terpapar Covid-19.

Nantinya, Komite Keselamatan Kesehatan sendiri sebagai upaya menjaga dan melindungi para tenaga medis dan tenaga kesehatan selama bertugas di tengah wabah, apalagi virus ini juga diprediksi belum selesai hingga 2021.

Diketahui, Indonesia memiliki indeks pengaruh kematian nakes (IPKN) tertinggi di dunia.

Terkait dengan usul dari PB IDI itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengapresiasi apa yang disampaikan oleh IDI. Dirinya, setuju tenaga kesehatan di Indonesia mesti perlu perhatian lebih. Apalagi dengan tenaga yang terbatas dan dengan tugas tugas yang berat.

Persoalannya, kata legislator dari Dapil Tangerang Raya ini, di tengah pandemi untuk membentuk satu komite memakan waktu. Disisi lain, pemerintah semestinya mesti melakukan respon yang cepat terhadap kejadian-kejadian yang menimpa tenaga medis tersebut.

“Sebaiknya masalah tenaga medis ini mesti direspon cepat oleh Komite Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, supaya juga bisa segara ditangani dan kebutuhan-kebutuhan apa yang bisa disinergikan dengan IDI, agar ini bisa cepat tertangani,” terang Dasco.

Diketahui PB IDI menyarankan terbentuknya Komite Keselamatan Kesehatan yang tidak hanya berasal dari organisasi kesehatan saja, tetapi juga berasal dari berbagai elemen baik dari pemerintah, LSM, masyarakat, hingga lembaga kesehatan itu sendiri.

Komite Keselamatan Kesehatan ini tugasnya untuk mengawasi dan memberikan perlindungan penuh terhadap para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bertugas di tengah wabah.

“Masalah mendesak terkait tenaga kesehatannya, harus segera diambil perannya oleh Komite Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, karena sudah terbentuk dan sedang bekerja,” demikian ditegaskan kembali Dasco.

(mdp)