AHY Lanjutkan Tongkat Estafet SBY Jadi Ketum Demokrat

5

Partai Demokrat akan menggelar Kongres V di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada 14 sampai 16 Maret 2020. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. “Iya  kita telah membentuk Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana Kongres V Demokrat,” kata Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (10/03/2020).

Ia memastikan Kongres V Demokrat akan terlaksana dua bulan lebih cepat dari jadwal yang seharusnya digelar Mei 2020. Menurutnya, kongres digelar lebih awal karena partai ingin mengkonsolidasikan kekuatan dalam menghadapi Pilkada 2020.”Kami mau pilkada, karena mau pilkada itu keputusannya harus cepat. Diharapkan nanti keputusan yang baru yang dikeluarkan,” ujarnya.

Nama kedua putra Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) berpeluang menjadi ketua umum Demokrat menggantikan sang ayah. Namun Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menilai, AHY lebih berpeluang memimpin partai Demokrat dan menjadi bakal calon presiden 2024. “AHY saat ini sudah melakukan safari politik di Indonesia. Ini bagian political branding pencitraan politik AHY jelang Pilpres 2024,” ujar Jerry saat dihubungi, Rabu (11/03/2020).

Jerry memprediksi dalam Kongres nanti, SBY akan duduk sebagai Ketua Dewan Pembina, sedangkan posisi Ketua Umum pasti akan diberikan kepada AHY. Menurutnya, ini bagian dari estafet kepemimpinan. Di satu sisi positif, tapi di sisi lain, langkah tersebut sebagai bagian dari munculnya dinasti politik. “Tapi saya lihat tidak masalah AHY sudah mulai matang secara politis apalagi dia sudah sempat naik ring di Pilkada DKI Jakarta kendati sempat kalah,” kata Jerry.

Seperti diketahui, beberapa bulan terakhir, AHY dan Ibas sudah rajin keliling bertemu pengurus daerah di berbagai provinsi dan kabupaten/kota. Politikus Demokrat, Herzaky Mahendra mengatakan keliling Ibas untuk memagari ada calon lain di luar pengurus tiba-tiba maju sebagai calon ketum di kongres. “Ibas mengumpulkan surat dukungan sebagai upaya pengamanan internal agar kursi Ketum tidak jatuh keluar dari pengurus inti Demokrat yang saat ini tengah berjuang menyelamatkan Partai, bukan kepada mantan Pengurus yang sudah lama meninggalkan Partai, pindah partai, atau petualang politik yang bermodalkan money politics,” kata Herzaky.

Meski disebut-sebut menjadi calon kuat ketua umum pada Kongres Demokrat 2020. Namun, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, AHY menanggapi dengan santai. Menurutnya Partai Demokrat punya mekanisme dan aturan sesuai dengan AD/ART. “Dan ketua umum kami, Pak SBY tentunya juga sudah memiliki gambaran-gambaran bagaimana partai ini semakin baik ke depan,” kata AHY.

Meski demikian, bukan hanya disiapkan untuk menjadi Ketum Partai Demokrat, AHY bahkan telah menyatakan ketertarikannya untuk maju dalam Pilpres pada 2024 mendatang. AHY  mengatakan bahwa saat ini dirinya masih fokus menjaring aspirasi masyarakat di seluruh Indonesia dan konsolidasi partai. Ia juga tak ingin berandai-andai mengenai Pilpres 2024 dan ingin mempersiapkan diri dalam melaksanakan tugas-tugas yang akan diembannya.

“Saya sebetulnya tidak ingin terlalu jauh berandai-andai. Saya akan terus mempersiapkan diri. Bagi saya, ingin terus mempersiapkan diri untuk melaksanakan tugas-tugas apapun yang Insya Allah dibebankan kepada saya,” katanya usai Rapat Konsolidasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur di Kupang, Selasa (18/02/2020).

Bagi AHY, yang penting dilakukan saat ini ialah tetap bersama Partai Demokrat, berkunjung ke daerah-daerah untuk menyapa masyarakat serta mendengar persoalan dan aspirasi mereka. Walapun saat ini, Demokrat tidak ada dalam pemerintahan nasional, tetapi sejumlah kepala daerah merupakan kader Demokrat. Selain konsolidasi internal partai, kunjungan AHY ke NTT tersebut untuk melakukan persiapan jelang Pilkada 2020.

Selain AHY, belakangan muncul nama mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo sebagai salah satu calon alternatif di kongres Demokrat. Gatot didorong menjadi kandidat calon ketua umum Demokrat oleh salah seorang pengurus DPP partai.

Pendiri Demokrat Achmad Mubarok, mengakui isu tersebut, namuan ia menolak membocorkan siapa yang memunculkan nama Gatot Nurmantyo sebagai calon ketua umum. Belum ada pembicaraan langsung antara kader dengan Gatot sendiri. Menurutnya nama Gatot didorong oleh pengurus DPP, kalangan muda.

Tekait dimunculkannya nama Gatot, Syarief Hasan membantah wacana tersebut. “Tidak ada,” kata Syarief. Ia menegaskan kemungkinan Gatot bisa menjadi ketua umum Demokrat suayu keniscayaan. Terlebih, Gatot bukan kader partai. “Dia kan bukan bukan Demokrat,” singkat Syarief.

Senior Partai Demokrat Max Sopacua melihat dari sisi berbeda. Dia menilai, sangat mungkin apabila Gatot Nurmantyo maju di kongres sebagai kandidat ketua umum Demokrat. Menurut Max ada aturan dalam AD/ART partai yang mewajibkan ketua umum merupakan kader. Bukan cuma itu, ada batas minimal calon ketum berkiprah di partai sebelum maju di kongres Demokrat. Tapi aturan tersebut bisa saja direvisi. Hal ini tergantung kesepakatan para peserta kongres nantinya.

“Itu kan bisa diusahakan kayak apa, kalau mereka (Demokrat) mau gitu, karena toh yang tidak bisa diubah (AD/ART) saya pikir cuma ayat suci saja Alquran, Injil dan kitab suci lain, tapi yang lain-lain saya pikir silakan, silakan saja,” jelas Max Sopacua. D. Ramdani