Pimpinan DPR Tegaskan Tak Ulur Waktu Bahas Usulan Pansus Jiwasraya

3

Sironline.id, Jakarta – Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengaku tidak ada upaya pimpinan untuk mengulur-ulur pembahasan mengenai usulan panitia khusus angket yang diserahkan PKS dan Demokrat. Usulan itu sudah diserahkan sejak pekan lalu kepada Azis.

“Enggak ada. Siapa yang memperlama? Saya sudah disposisi. Jangan suudzon,” ujar Azis di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (12/02/2020).

Azis berkilah, usulan Pansus itu sudah diserahkan ke Setjen DPR untuk proses administrasi. Usulan itu. Azis mengatakan, prosesnya saat ini masih proses administrasi berupa registrasi nomor dan lain-lain di Setjen DPR. Kata politikus Golkar itu, setelah dari Setjen akan diserahkan ke pimpinan lain untuk dibahas.

“Sudah ke Kesetjenan. Setjen yang mendistribusikan. Kan bukan tugas saya yang mendeliver. Itu kan tugas Setjen. Masak saya deliver ke pimpinan,” katanya.

Ia pun tak bisa memastikan kapan rapat pimpinan dapat digelar untuk membahas nasib usulan Pansus angket Jiwasraya. Termasuk bisa diselesaikan sebelum DPR menutup masa sidang.

“Tergantung berkas diterima. Nanti kan Setjen ngirim berkasnya lalu musyawarah pimpinan jadwalnya kapan,” tegas Azis. Sebelumnya,

Fraksi Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta pimpinan DPR RI segera menindaklanjuti usulan pembentukan Pansus Jiwasraya. Hal ini disampaikan dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta

Politisi Demokrat, Sartono Hutomo meminta kejelasan usulan pembentukan pansus Jiwasraya yang disampaikan ke pimpinan DPR. Termasuk penjelasan terkait proses-proses yang bakal dilewati setelah usulan masuk ke pimpinan DPR RI.

“Kami mohon penjelasan perihal surat terkait pansus hak angket jiwasraya, yang telah ditandatangani 104 anggota. Menjelaskan tahapan-tahapan proses yang telah ditindaklanjuti dari pimpinan,” ungkapnya

Mendukung Partai Demokrat dan PKS, Partai NasDem sepakat status pengawasan kasus PT Jiwasraya (Persero) ke tingkat panitia khusus (pansus). Syaratnya, kinerja panitia kerja (panja) di tiap komisi melempem dan tidak terarah.

“Bakal dinaikkan kalau panja tidak maksimal,” kata Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi NasDem Ahmad Sahroni di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/02/2020).

NasDem masih memantau kinerja panja di Komisi VI, XI dan III. Hal ini, kata dia, sudah disepakati fraksi yang tergabung di koalisi pendukung pemerintah. Sebelumnya, Demokrat dan PKS mengajukan pembentukan Pansus Jiwasraya ke pimpinan DPR.

Usulan diterima Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin. Administrasi usulan tersebut masih diproses di Kesekretariatan Jenderal (Kesetjenan) DPR. Usulan tersebut akan dibahas pimpinan DPR dan fraksi di DPR. Selanjutnya, hasil pertemuan akan disampaikan dalam Paripurna DPR. “Nanti saat paripurna lah ketentuannya,” ujarnya. D. Ramdani