Golkar dan PDI Targetkan Raih 60% di Pilkada 2020

4

Sironline.id, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 yang akan digelar pada 23 September 2020. Sebanyak 270 kabupaten/kota dan provinsi bersiap menghadapi ajang lima tahunan untuk memilih kepala dan wakil kepala daerah. Tak heran, kini partai politik (parpol) pun ramai-ramai memanaskan `mesin’ politik. Bahkan, tidak sedikit parpol yang telah mematok target kemenangan pada ajang politik terbesar tahun depan.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan, partai berlambang pohon beringin itu menargetkan menang 60 persen pada Pilkada 2020.  “Gini… kalau soal pilkada, kami di Golkar pertama punya tekad untuk memenangkan semua pilkada, dan sama dengan parpol lain,” katanya di Kompleks DPR Senayan, Jakarta, Rabu (22/01/2020).

Golkar berharap kemenangan itu diraih oleh kepala daerah yang diusung dan merupakan kader partainya. Kemenangan yang kami maksud adalah kemenangan sejati dimana Golkar bisa mengusung dan memenangkan kader Golkar di berbagai daerah. Meski begitu, Doli mengaku kadernya tak dapat diusung sebagai gubernur, wali kota, dan bupati di beberapa daerah.

“Walaupun itu akan mengalami gradasi-gradasi, paling tidak ada tiga karena tidak semua daerah Golkar bisa mengusung sendiri atau bahkan mungkin tidak cukup mencalonkan sendiri. Gradasi pertama itu kesuksesan atau keberhasilan itu tadi mengusung dan memenangkan kader kita sebagai gubernur, wali kota, bupati,” ujarnya.

Berikutnya ia mengatakan, gradasi kedua adalah kalau bisa memenangkan minimal wakilnya, wakil gubernur, wakil bupati, wakil wali kota. Atau bisa mengusung calon-calon lain yang tentu bisa berkomunikasi dengan baik dengan Partai Golkar. Oleh sebab itu, agar dapat menyempurnakan kemenangan pada Pilkada 2020, Doli mengatakan Golkar akan menjalin komunikasi dengan partai politik lain. Selain itu, dia mengatakan bisa saja Golkar menjalin koalisi dengan partai lain.

“Artinya bahwa itu semua memerlukan komunikasi atau koalisi dengan partai politik yang lain. Kalau pun misalnya di daerah tertentu bisa mengusung sendiri tentu kita ingin mendapatkan dan komunikasi, koalisi, dengan partai politik yang lain,” ucapnya.

Instruksi mendekati partai lainnya, juga diamini Ketua Harian Golkar Jawa Tengah, Iqbal Wibisono. “Kami sudah mendekati partai-partai lain supaya mereka bersedia mengusung calon yang kita ajukan,” ujar Iqbal.

Meski belum merinci parpol apa saja yang akan diajak bekerja sama, namun menurutnya partai berlambang pohon beringin tersebut membidik kemenangan hingga 60 persen di 21 Kabupaten atau Kota di Jateng. “Hanya di Kota Pekalongan saja kami mengusung jagoan kita sendiri dan selalu menang. Sisanya memang kami harus membangun koalisi dengan partai-partai lain,” kata Iqbal.

Selain Jateng, Golkar Bali juga optimis memenangkan Pilkada di tiga daerah yang membuat Golkar optimistis menang, yaitu Karangasem, Bangli, dan Jembrana. Sekalipun untuk mencapai itu semua, Golkar mesti berkoalisi. Seperti dikatakan anggota Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD I Golkar Bali, I GK Kresna Budi, Karangasem memang menjadi atensi penuh partainya. Obsesinya adalah mengembalikan kejayaan Golkar seperti periode sebelumnya.

“Kalau bisa targetnya tiga (daerah), yaitu Karangasem, Bangli, dan Jembrana. Bahkan tidak menutup kemungkinan Denpasar. Pokoknya ramailah,” sebut Kresna Budi, Senin (20/01/2020).

Hal senada juga disampaikan Sekretaris DPD I Golkar Sumatera Selatan Herpanto yang yakin akan memenangkan di tujuh Kabupaten di Sumsel yang akan melaksanakan Pilkada serentak September mendatang.

“Setelah proses kelengkapan administrasi bakal calon kepala daerah yang mendaftar di Golkar. Setiap Kabupaten rata-rata ada 5 balon Bupati dan Wabup, kecuali di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan hanya satu bakal paslon,” ujar Herpanto, Jumat (17/01/2020).

Konsolidasi Partai

Selain Golkar, partai pemenang Pemilu 2019, PDIP juga menargetkan bisa menang 60 persen di Pilkada 2020. Target itu berdasarkan keputusan Kongres PDIP yang disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati dalam arahannya pada Rakernas I PDIP, Jumat (09/01/2020). Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya menargetkan kemenangan sekurang-kurangnya 60%.

“Ini akan kami lihat sesuai dengan dinamika politik, pemetaan politik, dan bagaimana seluruh proses itu berjalan. Dan yang penting bagi kami bukan targetnya, tapi pilkada ini momentum untuk konsolidasi partai. Termasuk Solo, Medan, sudah kami petakan, nanti detilnya akan disampaikan,” kata Hasto, di sela-sela Rakernas I dan Hari Ulang Tahun ke-47 PDI Perjuangan yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Minggu (12/01/2020).

Lebih lanjut Hasto mengatakan setiap calon yang nanti diusung oleh PDI Perjuangan diwajibkan untuk ikut sekolah partai. Ini penting agar kandidat yang diusung partai banteng ini paham dan bisa menjalankan visi misi yang dirumuskan partai. “Agar para kandidat bisa menempuh dan berjuang pada jalan berdikari yang dicanangkan partai,” ujarnya.

Menurut Hasto, partainya membuka diri untuk anak muda Indonesia bergabung dengan partai. Apalagi sudah banyak contoh pemimpin muda dari PDI Perjuangan yang berhasil. Namun rekomendasi bagi siapa saja nantinya akan diumumkan kemudian oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri. “Sebenarnya rakernas ini akan merekomendasikan sekitar 44, tapi banyak kepala daerah PDI Perjuangan yang masih giat melakukan tanggap bencana, maka kami tunda untuk disampaikan di waktu yang tepat,” terangnya.

Secara terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Arif Wibowo mengatakan PDIP bisa mengusung sendiri pasangan calon di 85 daerah terdiri dari 82 kabupaten/kota dan tiga provinsi. Di banyak daerah, partai juga hanya kekurangan satu hingga dua kursi untuk bisa mengusung pasangan calon. Adapun terkait koalisi dengan partai lain, Arif mengatakan PDI Perjuangan tetap mengutamakan untuk mengusung kadernya sendiri. Partai banteng menargetkan, dari target kemenangan 60 persen, setidaknya separuhnya harus kader PDIP.

Untuk menentukan pasangan koalisi Pilkada 2020, Arief mengatakan, Mega meminta dipikirkan matang-matang. Mega, kata Arief, meminta untuk memenangkan Pilkada 2020 tak hanya memenangkan pasangan calon, tetapi juga partai. “Harus memenangkan partai dan rakyat,” ujarnya.

Arief mengatakan target tersebut merupakan hal wajib bagi seluruh kader. “Kemenangan dalam pilkada ditargetkan dan wajib dicapai oleh partai akan menjadi dasar bagi kemenangan kita di 2024,” ujarnya.

Untuk daerah target pemenangan Pilkada 2020, Arief mengatakan masih mengandalkan daerah Bali dan Jawa Tengah. Dia mengatakan tetap mengutamakan kader PDIP dengan syarat tertentu yang maju Pilkada 2020. “Banyaklah, tentu saja yang selama ini secara elektoral dalam Pileg-Pilpres kita menang. Terutama kita pileg. Tentu seperti Bali, Jawa Tengah, ya memang basis utama dan daerah yang dalam hitungan kita punya potensi untuk menang,” sebut Arief.

Ketua DPC PDIP Denpasar, I Gusti Ngurah Gede mengakui mesin partainya harus kerja ekstra untuk bisa menang,  sekalipun posisi PDIP di Denpasar saat ini merupakan partai mayoritas di legislatif.  “Sesuai hasil Pemilu 2019, perolehan PDIP baru 48 persen. Belum sampai 50 persen. Jadi harapannya, semua kader masih perlu bekerja keras. Siap atau tidaknya (menghadapi pilkada), acuannya memang hasil pemilu,” jelasnya.

Menurutnya bukan hanya hasil Pemilu sebelumnya saja yang jadi acuan, elektabilitas dari masing-masing calon juga akan menentukan kemenangan. “Jadi kami tidak ingin takabur harus menang (berapa persen). Yang jelas, semua kader harus bekerja keras. Evaluasi kembali di mana titik lemah kemarin,” tegas politisi yang menjabat ketua DPRD Kota Denpasar ini.

Selain Bali, tiga daerah di Provinsi Jawa Barat menjadi sebagian dari 44 wilayah unggulan PDIP untuk Pemilihan Kepala Daerah 2020. Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono menyebut tiga daerah itu adalah Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Cianjur. Menurutnya di tiga kabupaten ini, PDI Perjuangan hampir dipastikan mengusung kadernya yang kebetulan juga petahana di daerah masing-masing.

Di Pangandaran misalnya ada Jeje Wiradinata yang sekarang masih menjabat Bupati Pangandaran, di Kabupaten Tasikmalaya ada Ade Sugiarto yang menggantikan bupati sebelumnya Uu Ruzhanul Ulum, hingga Herman Suherman di Kabupaten Cianjur yang menggantikan bupati sebelumnya, Irvan Rivano Muchtar yang terjerat kasus korupsi. “Paling tidak Pangandaran, Tasik, dan Cianjur. Bupati incumbent dari kita, termasuk yang di Cianjur kita kaderkan juga,” katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (13/01/2020)

Realistis

Pakar psikologi politik Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk mengatakan, sejauh ini Partai Golkar maupun PDIP memunculkan calon kepala daerah yang berkualitas, maka target pemenangan 60% pilkada di seluruh Indonesia sangat realistis. Menurutnya, sebagai partai besar yang memiliki mesin politik yang hampir rata di seluruh Indonesia, tidak sulit bagi partai untuk meraih target tersebut.

Persoalan sekarang, lanjutnya apakah Partai Golkar dan PDIP mengajukan calon-calon di semua pilkada yang berkualitas atau tidak. Namun, ia mengingatkan, dalam pilkada pemilih lebih melihat orangnya daripada partai. Dengan demikian, kemenangan pilkada saat ini tergantung kualitas calon-calon yang berlaga. D. Ramdani