Bayt Al Quran Al Akbar, Museum Alquran Terbesar di Dunia

68

Palembang –  Palembang tidak hanya identik dengan panganan empek-empek. Di daerah ini, Anda bisa menemukan museum Alquran terbesar di dunia. Namanya Bayt Al Quran Al Akbar yang berlokasi di Jalan Moh. Amin, Gandus, Kota Palembang. Museum Rekor Indonesia (MURI) telah menobatkan Alquran raksasa ini menjadi yang terbesar dan terberat di dunia.

Kaligrafi ayat-ayat Alquran itu diukir di kayu berkualitas dengan warna keemasan. Masyarakat Sumatera Selatan menyebutnya ukiran itu terbuat dari kayu tembesu. Kayu ini biasa tumbuh di hutan rawa  di Sumatera. Sementara masyarakat Jawa menyebut kayu trembesi. Sedangkan masyarakat Kalimantan menyebutnya kayu ulin.

Untuk membuat ukiran kaligrafi sebanyak 30 juz dibutuhkan sekitar 316 keping kayu tembesu. Setiap keping seberat sekitar 50 kilogram. Satu ukuran kaligrafi setebal 2,5 centimeter (cm), lebar sekitar 144 cm dan tinggi 177 cm.

Jumlah yang digunakan untuk menyelesaikan semua kaligrafi itu sebanyak sekitar 50 kubik kayu tembesu dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan.

Al Quran di museum ini bisa dibolak-balik layaknya kalian membuka sebuah pintu, dan terdiri dari 5 lantai yang dimana setiap lantainya terdiri dari 3 juz. Ukiran ayat Al Quran-nya pun berwarna emas dan di latari dengan warna dasar cokelat yang membuat mata tak bisa lepas dari pandangan karena takjub akan ayat-ayat Al Quran yang indah.

Biaya yang digelontorkan untuk membangun museum Alquran ini sebesar Rp 2 miliar. Untuk berkunjung ke museum ini, ada aturan yang harus ditaati pengunjung seperti wajib memakai hijab atau kerudung bagi kaum perempuan, sedangkan bagi laki-laki harus memakai celana panjang/pakaian yang sopan.

Semakan hari kian banyak pengunjung yang berdatangan ke museum ini. Baik yang hanya memuaskan rasa penasarannya saja atau pun wisata rohani, dari masyarakat lokal hingga turis mancanegara, terutama dari negara-negara Arab yang sengaja berkunjung untuk membuktikan sendiri karya seni yang tiada duanya. Untuk membayar infak/tiket masuk Rp 20 ribu per orang untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak.

Berdasarkan data, setiap pekannya tercatat pengunjung ini mencapai 2000-3000 orang atau dalam setahunnya bisa mencapai 500 ribu hingga satu juta pengunjung. Biasa puncak pengunjung akan berlangsung di bulan puasa hingga Lebaran tiap tahun.

Bagi Anda yang berasal dari luar Kota Palembang, akses menuju lokasai destinasi tersebut bisa dimulai dari pendaratan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Selanjutnya, pilihan untuk anda bisa menggunakan taksi atau menumpang alat transportasi umum kebanggaan wong Palembang, yakni Trans Musi atau pun LRT Palembang. (dsy)