Belajar dari Blok Ambalat, Presiden RI Harus Selamatkan Kepulauan Natuna

75
Kamaruddin Simajuntak (kanan) usai rapat dengan beberapa Perwira Tinggi dan Menengah Kementerian Pertahanan RI.

Sironline.id, Jakarta – Insiden masuknya kapal-kapal nelayan asal China yang dikawal kapal coast guard ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna secara illegal menjadi ancaman bagi kesatuan NKRI. Apalagi secara terang-terangan China mengklaim Natuna sebagai wilayahnya.

Nine-Dash Line atau sembilan garis putus-putus serta konsep traditional fishing grounds yang menjadi alasan klaim China atas Natuna. Nine-Dash Line merupakan garis yang dibuat sepihak oleh China tanpa melalui konvensi hukum laut di bawah PBB atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).

Menanggapi konflik di laut kepulauan Natuna yang kian memanas, Pakar hukum senior Kamaruddin Simanjuntak, memberikan beberapa tahapan cara mempertahankan Natuna dari ancaman negara China. Menurutnya langkah pertama yang bisa dilakukan adalan melalui Diplomasi Bilateral dengan Presiden negara China dan Berunding secara damai.

“Baiknya wajib berdoa memohon hikmat dan kebijaksanaan dari Tuhan sebelum rapat perundingan dimulai,” jelasnya pada Sironline.id, Senin (07/01/2020). “Bila gagal, bawa permasalagan  ini ke Pengadilan Internasional,” lanjutnya.

Berikutnya Kamaruddin berharap agar pemerintah Presiden Joko Widodo jilid kedua ini tidak lagi menambah utang pada China termasuk menghentikan seluruh investasi negara Chiina masuk ke Indonesia.

“Stop juga semua impor barang apapun itu dari negara cina. Stop mempekerjakan warga negara China di Indonesia,” tambahnya.

Demi menjukkan sikap tegas pada China, Kamaruddin juga meminta pemerintah segera menarik duta besar NKRI dari negara China dan memulangkan Duta Besar negara China dari Indonesia.

Sementara itu untuk keamanan wilayah kepulauan Natuna, Ia menyarankan agar pemerintah menempatkan personil TNI dan Alat – alat perang di kepulauan Natuna serta mengarahkan seluruh moncong senjata kita yang ada ke negara Cina.

“Coba buka hubungan diplomatik dengan dengan negara Taiwan dan Israel, perbaiki hubungan negara RI dengan USA dan negara-negara di Eropa hingga,” sarannya.

Demi kekuatan pertahanan dan keamanan NKRI Kamaruddin juga menyarankan pemerintah untuk mulai belanja produk dan senjata berkualitas buatan Israel, USA, Jepang, Eropa serta Taiwan.

“Lakukan juga Latihan militer besar- esaran di Kepulauan Natuna dengan melibatkan Tentara dan Senjata dari negara  yang memiliki kepentingan dengan negara China seperti Asean, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Israel ; dan Taiwan,” jelasnya.

“Saya sangat yakin, negara China dan tentaranya  akan lari terbirit birit dan terkencing kencing  meninggalkan kepulauan Natuna serta trauma berbuat jahat. Mari Presiden RI, kita selamatkan NKRI khususnya Kepulauan Natuna,  jangan  sampai terulang peristiwa Blok Ambalat,” pungkasnya.