Airlangga Tunjuk Bekas Rivalnya jadi Wakil Ketua Umum Golkar

7

 

Sironline.id, Jakarta – Pasca terpilihnya Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Golkar secara aklamasi dalam musyawarah nasional (munas) ke X Golkar, pekan lalu, mantan rivalnya yang mundur 3 jam jelang munas, Bambang Soesatyo ditunjuk Airlangga sebagai Wakil Ketua Umum partai berlambang pohon beringin itu.

“Salah satu [waketum]-nya Pak Bamsoet. Bukan kandidat tapi sudah diputuskan. kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/12/2019). Ia memastikan jika bekas rivalnya itu telah bersedia menjadi waliknya. “Sudah (bersedia), kemarin kan sudah salaman,” tambahnya.

Airlangga mengatakan akan mengumumkan susunan pengurus Golkar di bawah kepemimpinannya pada 15 Januari 2020. Menteri koordinator bidang perekonomian itu mengatakan akan memberikan kewenangan menyusun pengurus dewan pimpinan pusat (DPP) Partai Golkar periode berikutnya dengan dibantu empat kader di antaranya Ahmad Doli Kurnia mewakili wilayah barat, Zainudin Amali mewakili wilayah tengah, Melki Laka Lena mewakili wilayah timur, serta Ilham Permana mewakili organisasi sayap Golkar.

Sebelum munas berlangsung pada Selasa (03/12/2019), kandidat caketum Golkar yang dinyatakan lolos administrasi hanya lima orang dari total sembilan orang pendaftar. Mereka yang lolos administrasi adalah Ridwan Hisjam, Airlangga, Bamsoet, Agun Gunandjar, dan Ali Yahya. Empat nama lain, yakni Aris Mandji, Derek Loupatty, Indra Bambang Utoyo, dan Achmad Annama, dinyatakan gagal memenuhi prasyarat administrasi.

Namun, sebelum malam pembukaan, tiga dari lima kandidat caketum Golkar menyatakan mundur. Mereka adalah Bamsoet, Agun Gunandjar, dan Ali Yahya. Bamsoet mengatakan pengunduran diri itu terasa pahit. Namun, demi keutuhan Golkar, langkah itu harus dilakukan. Bamsoet mundur setelah bertemu dengan Airlangga dan politisi senior Golkar Luhut Binsar Pandjaitan di Kemenko Kemaritiman dan Investasi sore sebelum munas.

“Kebesaran hati untuk menerima fakta politik sangat dihargai. Kita semua tahu bahwa sebenarnya titik kemenangan sudah terjangkau. Tapi sudahlah. Kita harus dahulukan kepentingan yang lebih besar, yakni keutuhan Partai Golkar,” kata Bamsoet dalam keterangannya.

Setelah tiga caketum itu mundur, Airlangga otomatis hanya tinggal berhadapan dengan Ridwan Hisjam. Namun Ridwan seperti tak berdaya melawan Airlangga. Ini lantaran dalam pemandangan umum pengurus DPD tingkat I-II serta ormas dan sayap Golkar, Rabu (04/12/2019), semuanya menyatakan memilih Airlangga.

“Karena ini lapangnya suasana dalam keadaan kondisi yang sejuk tidak ada calon lagi, sepakat kah dalam forum rapat munas X ini untuk mempersingkat dan kami tetapkan sebagai Ketua Umum DPP Golkar periodisasi 2019-2024, setuju?,” kata Ketua Sidang Munas X Golkar Azis Syamsuddin di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Rabu (4/12/2019) malam dan disambut teriakan ‘setuju’ oleh peserta munas.

Sekretaris Sidang Munas X Golkar M Sarmudji lantas membacakan keputusan munas. Airlangga langsung ditetapkan sebagai ketum Golkar malam itu juga. “Mengangkat dan mengesahkan Saudara Ir Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum DPP Golkar masa bakti 2019-2024,” ujar Sarmudji.

Penetapan Airlangga dilakukan usai Ketua Sidang Munas, Azis Syamsuddin, mendengarkan penyampaian pandangan umum dari 34 DPD, ormas dan organisasi sayap, serta dari Dewan Pembina, Pakar, dan Kehormatan, yang semuanya menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan DPP periode sebelumnya. Dalam pandangan umum yang berisikan 558 pemilik hak suara tersebut, semuanya sepakat bahwa Airlangga sebagai ketua umum. D. Ramdani