Hasto: PDIP Bukan Partai Elite, Kader Partai harus Turun ke Rakyat

5

Sironline.id, Jakarta – Menghadapi Pilkada yang akan dilakukan serentak pada 2020, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta kader partai pimpinan Megawati Soekarno Putri itu untuk turun pada rakyat di daerahnya masing-masing.

“PDIP bukan partai elite. PDIP besar karena rakyat. Jadi kata kuncinya harus turun, turun, turun, temui rakyat. Kalo elite PDIP tidak turun tak pantas disebut kader,” kata Hasto dalam pidatonya saat mengunjungi kantor DPC PDIP Kabupaten Bojonegoro, Senin (09/12/2019).

Lebih lanjut hasto mengingatkan kader-kader PDIP untuk bergotong royong. Sebab, memenangi pilkada merupakan kerja kolektif.

‚ÄúSetiap pilkada mana pun, kandidat dan kader bergerak karena gotong royong bukan karena diberi upah atau janji. Tak ada orang yang hebat, pilkada itu kerja kolektif,” tambahnya.

Sementara soal figur yang akan diusung, Hasto memastikan PDIP akan menyerap aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, PDIP membuka ruang bagi putra putri terbaik bangsa untuk menjadi kontestan melalui partai pemenang Pemilu 2019 tersebut.

“PDIP mendengarkan aspirasi rakyat sehingga calon yang diusung perpaduan internal dan eksternal partai. Itu menjadi pola,” jelas Hasto

Hasto menyebut PDIP memastikan pihaknya tidak akan membeda-bedakan bakal calon kepala daerah (cakada) yang telah mendaftarkan diri, termasuk anak presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang mencalonkan diri sebagai calon Walikota Solo.

Ia menjamin pihaknya memberi kebijakan yang sama terhadap anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming, juga menantu Presiden Jokowi, Bobby Afif Nasution yang mendaftar sebagai calon wali kota (cawalkot) Solo dan Medan.

Ia menekankan setiap cakada yang ingin diusung oleh PDIP harus melewati tahapan yang ketat. Kemudian keterpilihannya pun berdasarkan kehendak rakyat serta diputuskan langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Inilah hebatnya PDI Perjuangan, karena kami Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dengan demikian ruang demokrasi itu dibuka lebar bagi setiap kader-kader partai untuk berproses menjadi calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah,” tegasnya. D. Ramdani