Diperlukan CT-Scan karena Gejala TB dan Limfoma Mirip

2

 

Limfoma adalah jenis kanker yang berkembang pada sel darah putih bernama limfosit. Limfosit merupakan bagian dari sistem imun tubuh yang berperan besar dalam melindungi tubuh dari infeksi atau penyakit. Kanker limfoma menyerang kelenjar getah bening. Karena kelenjar getah bening ada di seluruh tubuh, yaitu dalam aliran darah, kanker limfoma sering disebut kanker darah.

Data Globocan 2018 menunjukkan 79.990 kasus baru dengan 26.167 kematian di seluruh dunia. Pada tahun yang sama, di Indonesia terdapat 1.047 kasus baru dan 574 di antaranya meninggal. Insiden limfoma memiliki dua masa puncak, yaitu pada saat usia dewasa muda (20-24 tahun) dan lanjut usia (75-79 tahun).

Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD-KHOM, FINASIM,

Secara umum kelainan limfoma terbagi menjadi dua kelompok, yaitu limfoma hodgkin dan limfoma non-hodgkin. “Ada perbedaan antara limfoma hodgkin dan limfoma nonhodgkin, terutama karakteristik dan jenis pengobatannya,” ungkap Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD-KHOM, FINASIM, Ketua Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) dan Ketua Persatuan Hematologi Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin), kepada media di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Limfoma hodgkin sering diawali di kelenjar getah bening di bagian atas tubuh. Organ tubuh yang diserang adalah dada, leher, atau di bawah lengan. Menyebar melalui pembuluh limfa dari kelenjar getah bening ke kelenjar getah bening lainnya. Di akhir fase, penyakit ini dapat menyerang aliran darah dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti hati, paru-paru, dan/atau sumsum tulang.

Secara mekanisme, kanker limfoma terjadi ketika limfosit B atau T – yaitu sel darah putih yang menjaga daya tahan tubuh – menjadi abnormal dengan membelah lebih cepat dari sel biasa atau hidup lebih lama dari biasanya. Untuk diketahui, kelenjar getah bening adalah kumpulan limfosit seukuran kacang dan sel sistem kekebalan tubuh lainnya.

“Kelenjar getah bening itu ada di seluruh tubuh, termasuk di dada, perut, atau panggul, juga ada selain leher dan sekitar kepala. Kelenjar getah bening ini terhubung satu sama lain oleh sistem pembuluh limfatik. Paling bagus mengetahui stadium dengan CT-scan,” ujarnya.

Diungkapkan dr. Djumhana, CT-scan diperlukan karena beberapa pasien limfoma sebelumnya didiagnosis sakit TBC karena gejalanya hampir mirip, di antaranya bengkak di sekitar leher. Paling baik, seperti disarankan dr. Djumhana, adalah segera berobat ke dokter, dan hindari pengobatan herbal agar tidak memperparah penyakit. (est)