Akhir Drama Munas Golkar, Bamsoet Mundur, Airlangga Ketum

11

 

Sironline.id, Jakarta – Puncak perebutan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar ditentukan di Munas di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, 4-6 Desember 2019. Namun sayang persaingan ketat calon Ketum Golkar antara Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo berakhir anti klimaks. Bamsoet begitu ia disapa yang menyatakan siap bertarung dengan Airlangga di Munas menyatakan mundur dari pencalonan Caketum Golka,  3,5 jam jelang pembukaan Kongres Munas X Golkar.

Pernyataan mundur itu disampaikan Bamsoet usai menggelar pertemuan dengan Airlangga dan dua senior Golkar yakni Luhut Binsar Pandjaitan dan Aburizal Bakrie di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Selasa (03/12/2019). Dengan dalih menjaga soliditas dan keutuhan Golkar, Ketua MPR RI ini mengatakan menggabungkan dukungan pendukungnya menjadi satu gerbong dengan rivalnya ketum Incumbent.

Mundurnya Bamsoet sebagai rival terkuat Airlangga tentu memuluskan langkah Menko Bidang Perekonomian Jokowi-Amin ini. Tak heran kiranya Senior Partai Golkar, Jusuf Kalla meminta semua caketum Golkar agar pemilihan bisa berjalan dengan damai. Selain itu, ia meminta caketum Golkar tak menggunakan politik uang demi meraih posisi ketum. “Jadi saya bilang pengurus tadi calon itu sudah lah. Jangan bakar duit lagi kayak start up, sudahlah berdamai sajalah, sesuai dengan kebutuhan. Ya mudah-mudahan tidak lagi terjadi jor-joran, kalau ada lagi nanti bakar duitlah,” tutur JK dalam diskusi publik di Hotel Ambhara, Jakarta, Selasa (03/12/2019).

Diminta mundur

Politikus Golkar, Ahmadi Noor Supit mengatakan sebelum bertemu di kantor Luhut, ada pertemuan antara kubu Airlangga dan kubu Bamsoet. Orang yang mempertemukan dua kubu ini diduga sebagai utusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Pertemuan digelar di rumah makan di sekitar Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (03/12/2019). Melalui utusan ini, Presiden Jokowi meminta Bambang mundur dengan alasan agar tak ada perpecahan di tubuh Golkar. “Presiden menghendaki itu dan mempertimbangkan, kalau diteruskan, partai ini akan pecah,” kata ketua tim pemenangan Bambang Soesatyo ini.

Loyalis Bamsoet, Darul Siska membenarkan adanya pertemuan tersebut. Ia memastikan Airlangga dan Bamsoet menghadiri pertemuan itu sebelum berangkat ke kantor Luhut. “Tentu beliau (Bamsoet) hadir, Airlangga juga. Dan ada beberapa teman lain,” ujarnya. Ia mengatakan, selain atas saran senior, ada desakan politik dibalik mundurnya Bamsoet dari kursi pencalonan. “Ya tentu, desakan politiknya seperti yang Pak Jokowi sebut itu, demi kepentingan yang lebih besar untuk kepentingan ekonomi bangsa. Akhirnya, Pak Bambang dengan jiwa besar mundur,” tambahnya.

Sayang saat dikonfirmasi Bamsoet membantah pertemuan dengan utusan presiden itu. “Siapa utusannya? Enggak, enggak ada,” ujar Bamsoet. Bukan hanya itu, Presiden Jokowi juga membantah intervensi istana dalam Munas Golkar. “Ada yang bilang, katanya istana intervensi. Tidak ada. Saya berikan jaminan, tidak ada,” ujar Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan Munas Golkar Selasa (03/12/2019) malam.

Menurut Jokowi, kalau pun ada menterinya yang ikut campur mengumpulkan para DPD menjelang Munas Golkar, maka menteri itu tak lain adalah menteri-menteri dari Golkar sendiri. “Bisa saja Pak Agus (Agus Gumiwang) atau Pak Zainuddin Amali, atau Pak Jerry Sambuaga,” ujar Jokowi. “Atau Pak Luhut, bisa saja,” sambungnya.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengatakan, terlalu naif jika menampik peran istana dalam Munas Golkar. Ia menduga kuat, Bamsoet tidak akan mundur jika tanpa tekanan dan intervensi berbagai pihak. “Bamsoet mundur juga di depan Pak Luhut. Terlalu mudah membacanya. Kalau semua membantah, artinya benar. Kalau tak benar, tak akan dibantah,” ujar Ujang

Menurutnya, sudah bukan rahasia lagi jika dari munas ke munas, pemerintah selalu mengintervensi siapa yang akan menjadi Ketua Umum Golkar. “Bohong jika tak ada intervensi. Jika tak ada tekanan dan intervensi Bambang Soesatyo tak akan mundur. Dan jika tak ada intervensi banyak kader Golkar yang akan maju. Karena ada intervensi, sudah tahu siapa yang akan jadi,” ujar Ujang.

Seperti diketahui sebelumnya, tekad Bamsoet untuk maju melawan Airlangga di Munas Golkar memang tak terlepas dari tidak diakomodirnya para pendukung Bamsoet dalam susunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPR RI. Kubu Bamsoet menuding Airlangga ingkar janji lantaran tidak memfasilitasi pendukung Bamsoet di kursi pimpinan AKD. Jengah dengan pertikaian Airlangga-Bamsoet, Wakil Ketua Komisi IV DPR  Dedi Mulyadi menyatakan siap mundur dan mengaku legawa jika jabatan diberikan kepada pendukung Bamsoet. “Saya Wakil Ketua Komisi IV, jika kursi itu baik untuk kompromi, silakan. Saya bersedia mundur untuk kepentingan partai,” ujar mantan Bupati Purwakarta ini, akhir November lalu

Ideologi Pancasila

Benang merah mundurnya Bamsoet yang memuluskan terpilihnya Airlangga secara Aklamasi dan isu adanya ikut campur istana terbaca dalam rekomendasi Ketum Golkar dalam laporan pertanggungjawabannya yang senada dengan pemerintahan Jokowi-Amin yang gencar memantapkan ideologi Pancasila dan memberantas radikalisme.

Mantan Menteri Perindustrian ini mengatakan jika kepengurusan Golkar periode mendatang akan melakukan inovasi sosial. Ia merekomendasikan pemantapan ideologi Pancasila harus menjadi program unggulan. Selain itu juga memperkuat basis Partai Golkar hingga ke daerah-daerah. “Pemantapan ideologi Pancasila harus menjadi program unggulan untuk mencegah berkembangnya paham anti Pancasila, seperti radikalisme dan sikap-sikap intoleran berkembang di masyarakat khususnya di kalangan anak muda sebagai pembela dan pengamal Pancasila. Saatnya Partai Golkar memperjuangkan lahirnya yang mengatur tentang pemantapan idelogi Pancasila,” ucapnya. Kemudian ia mengatakan akan memperkuat basis Partai Golkar di tengah masyarakat diperlukan konsolidasi sampai tingkat desa, kelurahan, serta menyusun strategi berbasis komunitas.

Rekomendasi berikutnya yakni memperjuangkan revisi UU Pemilu. Revisi UU Pemilu ditujukan untuk memisahkan kembali Pileg dan Pilpres. Selain itu, Golkar juga akan memperjuangkan penyempurnaan sistem pemilu. “Serta penyempurnaan sistem pemilu yang membuka peluang bagi kemenangan Partai Golkar dalam pemilu mendatang. Termasuk dengan sistem proporsional tertutup,” kata Airlangga.

Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan alasan terpilihnya kembali Airlangga sebagai Ketum Golkar lantaran pandangan-pandangan daerah (DPD) dan organisasi sayap Golkar satu suara menyatakan dukungan kepada Airlangga. Saat ini, ada dua calon ketua umum yakni Airlangga Hartarto dan Ridwan Hisjam.

Loyalis Airlangga ini mengatakan bahwa seluruh pemilik suara menyatakan dukungan Airlangga sebagai calon ketua umum. “Kalau calon lain tidak ada yang bisa mencapai 30 persen kan tidak bisa lanjut,” ujar Ace. Pemilik suara sah dalam Munas Golkar ada 560 suara. Rinciannya, 34 Dewan Pimpinan Daerah tingkat I (provinsi), 514 DPD tingkat II (kabupaten/kota), 1 suara DPP, 1 suara Dewan Pembina, dan 10 ormas sayap partai.  D. Ramdani