Megawati: Sekolah Partai Agar Kader Tahu Kewajiban Boleh dan Tidak

3

 

Sironline.id, Jakarta – Lebih dari 120 Pimpinan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari PDI Perjuangan (PDIP) mengikuti Sekolah Partai Pimpinan Dewan gelombang I. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan para kadernya yang menjadi anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk selalu turun ke masyarakat. Menurut Mega cara itu merupakan resep paling ampuh bagi anggota legislatif agar tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat. Turun ke bawah ini kata Megawati juga mengorganisasikan rakyat yang telah memilihnya menjadi anggota dewan. Megawati  mengklaim turun ke bawah ini harus dilakukan kader PDIP tanpa menggunakan politik uang.

“Saya katakan berkali-kali tidak pernah lupa saya katakan, kalau kalian mau menjadi [anggota] legislatif maka resep itu adalah turun ke bawah,” kata Megawati di Kinasih Resort, Kecamatan Tapos, Depok, Jumat (22/11/2019).

Melalui sekolah pimpinan dewan tersebut, Megawati ingin membentuk karakteristik anggota dewan dari partainya yang ideal dan layak sebagai seorang pimpinan dewan. Karena beberapa kali dia melihat anggota dewan yang terkesan malas-malasan untuk turun ke lapangan. Megawati pun bercerita dirinya pernah ditempatkan di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah. Pada masa itu, satu dapil meliputi satu provinsi penuh. Berbeda dengan saat ini, di mana satu dapil hanya mencakup dua hingga tiga kabupaten/kota.

“Kalau saya lihat anak buah saya baru dua tiga dapil, dua tiga kabupaten udah lemes. Dipikirnya saya enggak punya recordnya apa, yang ini turun pakai uang mulu, yang ini cara ngomongnya oke, tapi ada yang cuma absen,” jelasnya. Dengan adanya sekolah pimpinan dewan ini, Megawati berharap agar kader PDIP yang duduk sebagai pimpinan dan anggota dewan memahami hak dan kewajiban di partainya. “Dan kita memang ada sekolah partai supaya tahu kewajiban yang boleh dan tidak,” kata Presiden Indonesia kelima itu.

Ketua DPP Bidang Keanggotaan dan Organisasi PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan sekolah pimpinan dewan ini akan dilaksanakan sebanyak dua gelombang. Gelombang pertama adalah para pimpinan dewan dari PDIP dimana lembaga dan pemerintahan daerahnya sudah menyelesaikan pembahasan Rancangan Anggaran Pembelanjaan Daerah (RAPBD) sudah selesai. Gelombang dua, akan dilakukan pada 6 hingga 8 Desember mendatang.

“Sedangkan yang ikut gelombang kedua sekarang masih proses rapat-rapat pembahasan RAPBD di daerahnya masing-masing,” katanya.

Saat ini PDIP memiliki 18 kader (53 persen) yang menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi. Sedangkan 12 kader sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi. Untuk Ketua DPRD Kabupaten/Kota, PDIP berhasil menempatkan 161 kadernya (31 persen). Sedangkan untuk Wakil Ketua DPRD Kabupaten/Kota sebanyak 146 kader. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap para legislator daerah itu bisa mengaplikasikan ideologi Pancasila, dan mampu mewujudkan visi misi Presiden hingga ke tingkat daerah.

“Karena bagi PDI Perjuangan kepemimpinan nasional, program-program nasional itu harus nyambung dengan daerah. Sehingga ada kesatuan dan sinergi untuk percepatan perwujudan pencapaian visi misi secara nasional,” pungkas Djarot.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, sekolah partai pimpinan DPRD ini sangat penting, terlebih banyak sekali kader banteng moncong putih yang duduk sebagai ketua ataupun pimpinan DPRD di berbagai provinsi, kabupaten, maupun kota. Politikus asal Yogyakarta mengatakan jumlah kursi anggota dewan dari Pemilu 2014 ke 2019 meningkat 19 kursi dari 109 kursi (2014) menjadi 128 kursi (2019).

“PDIP sebagai partai pelopor terus-menerus mengevaluasi diri untuk kemajuan partai dan terus mengabdi kepada rakyat,” jelas Hasto.

Dalam Sekolah Partai ini, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pembukaannya. Sementara acara inti pengarahan dari Megawati dilaksanakan secara tertutup untuk umum. Selain Megawati, hadir juga Ketua DPP PDIP diantaranya Puan Maharani, Djarot Saiful Hidayat, Ribka Tjiptaning dan Hamka Haq. Sejumlah anggota DPR RI dari PDIP juga turut hadir. Di antaranya Rieke Diah Pitaloka, Charles Honoris, Aria Bima, dan Utut Adianto. D. Ramdani