Pengamat: Pelabuhan Patimban Sulit Bersaing Dengan Tanjung Priok

4

sironline.id, Jakarta – Pelabuhan Patimban di Subang yang direncanakan akan beroperasi pada Juni 2020 mendatang diproyeksikan oleh pemerintah menjadi hub terbesar dalam mengirim otomotif dan logistik.

Harapan yang cukup fantastik itu langsung disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kala meninjau pembangunan pelabuhan ini. Dengan didampingi oleh Menhub dan Menteri PUPR, Presiden melontarkan ekspektasinya itu terhadap pelabuhan yang dibangun dengan biaya lebih kurang Rp 40 triliun tersebut.

Menurut pengamat maritim Siswanto Rusdi, harapan Presiden tersebut boleh dibilang sangat berlebihan di tengah kondisi perekonomian nasional saat ini. Sehingga dia mengingatkan agar tidak perlu mengumbar harapan besar pada pelabuhan ini.

“Sebaiknya tidak perlu mengumbar harapan besar pada Patimban. Menjadi hub terbesar tentu berkaitan juga dengan logistik dan industrinya,” kata Siswanto, Selasa (3/12).

Direktur National Maritime Institute (Namarin) ini mencontohkan pelabuhan Kuala Tanjung yang ada di tepi Selat Malaka. Hingga hari ini jumlah kapal yang singgah di situ belum sesuai ekspektasi yang dicanangkan.

“Kuala Tanjung sampai sekarang belum bisa bersaing dengan Singapura, Tanjung Pelepas dan Port Klang Malaysia, padahal dulu juga dicanangkan menjadi hub terbesar di Selat Malaka,” ungkap Siswanto.

Sementara Pelabuhan Patimban yang posisinya dekat dengan Jakarta, Siswanto memprediksikan juga sulit bersaing dengan Tanjung Priok. “Di barat ada Tanjung Priok, terus di timur ada Tanjung Perak di Surabaya, ini saya kira Patimban sulit bersaing,” jelasnya.

Selanjutnya mengenai kondisi ekonomi saat ini di tengah perang dagang antara Amerika dan China, Siswanto menyebut harapan pemerintah untuk menjadikan Patimban sebagai hub terbesar di tahun 2027 sulit tercapai.

“Perekonomian kita ini sekarang sedang terpuruk, industri sedang lesu, tiba-tiba ada wacana Patimban sebagai hub terbesar untuk otomotif dan logistik, itu sulit dan kapal mana yang mau singgah di pelabuhan itu,” pungkasnya.

Proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban secara keseluruhan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap 1 fase 1, akan diselesaikan pada bulan November 2020 dengan kapasitas kapasitas 218.000 kendaraan untuk terminal kendaraan dan 250.000 TEUs untuk terminal peti kemas.

Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan pada tahap 1 fase 2 yang ditargetkan pada tahun 2021-2023, dengan kapasitas optimum untuk kendaraan itu adalah 600.000 kendaraan dan kontainer sejumlah 3,75 juta TEUs. Tahap 2 dan tahap 3 akan dilakukan pada 2024-2027 yaitu dilakukan pengembangan terminal peti kemas hingga mencapai kapasitas maksimal yaitu di atas 7 juta TEUs.

Total luas pelabuhan ini adalah 654 hektar dengan rincian 300 hektar untuk terminal peti kemas dan terminal kendaraan serta 354 hektar akan diperuntukkan back up area berisi area pergudangan, perkantoran, pengelolaan, dan area bisnis.####