Garis Golkar adalah Garis Kekuasaan

3
dok Golkar

 

Sironline.id, Jakarta – Sebagai partai yang telah lama bercokol dalam sistem demokrasi di Indonesia, Golongan Karya bisa diidentikkan dengan partainya pemerintah. Apalagi Golkar telah terbukti keluar sebagai pemenang Pilpres selama 6 kali Pemilu sejak 1971 hingga 1997. Meski sempat dikalahkan PDIP pada pemilu 1999 namun Golkar kembali menjadi pemenang pada Pemilu 2004. Namun meski tidak menjadi pemenang Pemilu, Golkar yang identik sebagai partai pemerintah bisa dipastikan selalu berada dalam kubu partai koalisi pemerintahan.

Dengan demikian, tak salah kiranya jika pengamat politik dari Kedai Kopi, Hendri Satrio mengatakan banyak yang diidentifikasi Golkar sebagai penguasa atau partai yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan. Golkar tidak pernah absen dari posisi seperti itu. “Komitmen yang sudah ada harus dijaga,” jelasnya dalam diskusi publik “Golkar Memperkuat Sistem Politik Indonesia” yang diselenggarakan oleh Jenggala Center, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Hensat itu mengatakan jika garis Golkar adalah garis kekuasaan. “Maka sangat mungkin pemilik suara Golkar akan ikut arahan Presiden Jokowi dan memuji Airlangga sebagai Ketum Golkar yang top,” tambah Hendri.

Melongok perjalanan panjang Golkar ia mengatakan jika ini adalah sebuah panutan buat siapa saja terutama kader-kadernya yang mau memperlajari perpolitikan. Sebagai salah satu dari infrastruktur politik yang saat ini memberikan pengaruh politik dalam sistem demokrasi, Golkar tentu bisa diperhitungkan bahkan bisa dijadikan acuan serta panutan bagi siapa saja yang mau berpolitik khususnya kader-kader di internal Golkar.

“Golkar ini kan partai panutan yang sudah dewasa. Artinya, Partai Golkar bukan hanya ditiru tapi juga menjadi acuan kedewasaan berpolitik, terutama karena semua kadernya berpeluang sebagai Ketum Golkar,” ucap dosen Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina tersebut. D. Ramdani