Pelari Kenya kuasai lomba Borobudur Marathon 2019

16

 

Sironline.id, Magelang-Pelari Kenya, Geoffrey Kiprotich Birgen mempertahankan gelar juara Borobudur Marathon setelah mencatat waktu  2 jam 19 menit 35 detik, Sunday 17 November di Taman Lumbini Kawasan Candi Borobudur. Waktunya lebih cepat dibanding tahun lalu saat mencatat 2 jam 20 menit 8 detik. “Waktu saya lebih baik dibanding tahun lalu, tetapi tetap bukan my personal best, tetapi saya gembira bisa juara,” katanya.

Geoffrey adalah salah satu pelari Kenya yang jadi penguasa di Borobudur Marathon 2019 powered by Bank Jateng. Hanya pada kategori 10 K putra pelari Kenya tidak menjadi juara. Kategori overall 10 K dijuarai oleh pelari Ethiopia, Tarikkhu Demelash Abera.

Di nomor lain, pelari Kenya menjadi juara dan runners up. John Muiruri Mburu berhasil menjadi juara di kategori Half Marathoin 21,097 km. “Tahun sebelumnya saya  menduduki peringkat empat kategori Marathon. Baru tahun ini saya menjadi juara di half marathon. Bukti kalau kita bekerja keras, bisa meraih hasil bagus,” kata  Mburu. Dia pun memanfaatkan pengalaman sudah tiga kali berlomba di Borobudur Marathon. “Do experience with training. I am happy with this result,” katanya sambil tertawa.

Berlatih keras juga menjadi alasan Peninah Kigen menjadi juara. Dia pun mengaku terkesan dengan Borobudur Marathon 2019. “Rute bagus, people good. Saya senang berlari di Borobudur Marathon, tahun depan akan ikut lagi,” katanya. Di nomor ini, pelari Indonesia, Irma Handayani membuat kejutan dengan menempati peringkat ketiga. Kigen pun memuji Irma. “Dia pelari bagus dan potensial,” ujarnya.

Irma Handayani mencatatkan waktu 3 jam 10 menit 17 detik. Dengan hasil tersebut, Irma menjadi wanita pertama dari Indonesia yang bisa masuk tiga besar kategori Marathon Overall Women dalam sejarah Borobudur Marathon. “Cuaca di Magelang panas, tapi antusias dan sambutan warga membuat saya bersemangat,” kata Irma.  Rute lomba yang steril membuat Irma dan pelari-pelari lainnya merasa nyaman.

Panitia penyelenggara Borobudur Marathon memang berusaha keras agar ajang ini selalu mengalami peningkatan dalam penyelenggaraan.

“Sebagai penyelenggara Borobudur Marathon 2019, Harian Kompas berusaha menerapkan semangat Synergy & Harmony di setiap rangkaian acara. Tema ini kami realisasikan dengan melibatkan masyarakat Magelang lebih dalam. Tidak hanya terlibat dalam cheering zone saja, tahun ini kami ajak mereka untuk menyajikan makanan khas Magelang dalam program Pawone Borobudur Marathon, sebagai salah satu bagian dari persiapan lomba seperti carbo loading” ujar Budiman Tanuredjo, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas.

Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno berharap bahwa program pelatihan masyarakat yang sudah dilakukan selama lima bulan menjelang puncak acara Borobudur Marathon 2019 ini dapat berbuah hasil positif khususnya kepada masyarakat dan iklim ekonomi di Kota Magelang.

“Tahun ini merupakan tahun ketiga Bank Jateng mendukung Borobudur Marathon sebagai sponsor utama. Kali ini, kami memiliki tujuan yang lebih besar. Kita ingin membangun ekosistem yang baik di Magelang. Salah satu caranya adalah dengan memberikan pelatihan kepada UKM di Magelang mengenai kewirausahaan, seperti bagaimana caranya meningkatkan kualitas produk yang dijual dan menghitung harga jual yang sesuai dengan produk mereka. Semoga langkah kecil ini bisa bisa memberikan dampak baik bagi kehidupan mereka untuk menjadi lebih sejahtera.” kata Supriyatno.

Borobudur Marathon 2019  diikuti 10.366 peserta yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu Marathon dengan peserta sebanyak 2.173, Half Marathon dengan peserta sebanyak 4.106 dimulai dan 10K dengan peserta sebanyak 4.087. Peserta yang berasal dari 35 negara termasuk Indonesia disuguhi dengan berbagai atraksi seni.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Sinung N Rachmadi menyebut jumlah wisatawan yang datang dalam rangkaian acara tersebut meningkatkan akupansi hotel, penginapan, hingga banyak rumah-rumah yang dialihfungsi menjadi penginapan dadakan.  Bukan hanya itu, tiket pesawat terbang tujuan Yogya dan Solo, tiket Kereta Api pun ludes hingga permintaan Travel menuju Magelang pun sangat tinggi.

Tak salah kiraya jika Sinung optimis perputaran uang di Magelang melebihi tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau tahun 2017 perputaran uang mencapai Rp Rp 17 miliar, lalu naik 72 persen menjadi Rp29 miliar pada 2018, saya yakin tahun ini dengan berbagai persiapan yang lebih maksimal dan keistimewaan event tahun ini, jumlahnya akan lebih tinggi lagi,” paparnya.

Semarak Borobudur Marathon 2019, meninggalkan kesan bagi para pelari dan juga masyarakat Magelang dan Jawa Tengah, namun sesungguhnya Borobudur Marathon adalah untuk Indonesia. Roosyudhi Priyanto/D. Ramdani

 

RESULTS

Marathon 42,195 km Category

Overall

Ranking        Men   Women         Prize Money

  1. Geoffrey Kiprotich (Kenya) Peninah Kigen (Kenya)     180 million
  2. Toniji Kiprop (Kenya) Edina Muntahi (Kenya)     150 million
  3. Robert Wambua Mbiti (Kenya) Irma Handayani (Indonesia)        120 Million

Indonesia

Ranking        Men   Women         Prize Money

1          Asma Bara    Olivia Sadi    Rp. 110 million

2          Muhammad Adi Saputro Mei M. Paijo Rp. 90 million

3          Hamdan Sayuti       Yulianingsih  Rp. 70 million

4          Imam Mahidin        Juni Ramayani         Rp. 40 million

5          Ridwan          Maya Rp. 35 million

6          Isaac Carlento Aleut          Sarfina Sheila Rosada        Rp.30 Juta

7          Ranto Anjelica Br. Ginting            Rp. 25 million

8          Eldak Kafolamau    Eni Rosita      Rp. 20 million

Marathon Master Category

Ranking        Men   Women         Prize Money

1          Holil    Siti Muawanah       Rp. 15 million

2          Ferry Junaedi           Minarni         Rp. 12 million

3          Noce Matital            Helda Napitupulu   Rp, 12 million

4          Suyono          Raquel Pireira          Rp. 8 million

5          Bambang Oktavianus        Sofia Purbojo          Rp. 7 million

Half Marathon 21,097 KM Category

Overall

Ranking        Men   Women         Prize Money

1          John. M. Mburu (Kenya)  Ester Wambui Karimi (Kenya)    Rp. 65 million

2          Ngare Joseph Mwangi (Kenya)   Cheptoec Careen (Kenya) Rp. 55 million

3          Charles Munyua Njoku (Kenya) Bundotich Pamela (Kenya)          Rp. 45 million

Indonesia

Ranking        Men   Women         Prize Money

1          Agus Prayogo          Apriana Paijo           Rp. 40 juta

2          Nurshidiq      Adriana Waru          Rp. 30 million

3          Rikki Simbolon        Yulianti Utari           Rp. 20 million

10 K Category

Overall

Ranking        Men   Women         Prize Money

1          Tariku Demelash Abera (Ethiopia)         Alice Muthoni Koigi (Kenya)       Rp. 40 million

2          James Ndungu Kahura (Kenya)  Alice Kabura Njoroge (Kenya)    Rp. 35 million

3          James Gikunga Karanja (Kenya) Bayu Trianata Sari  Rp. 30 million

Indonesia

Ranking        Men   Women         Prize Money

1          Syamsudin Massa   Bekti Primanfitri     Rp. 25 million

2          Jauhari Johan          Dian Ekayanti          Rp. 20 million

3          Mathius Wuli           Yanitasari      Rp. 15 million

4          Irmansah      Novia Nur Nirwani Rp. 7 million

5          Fajar Hidayat           Debby Meila Rp. 6 million

6          Nugroho      Nani Dwi Purwati   Rp. 5 million

7          M. Alwi Bashori      Jihan Alifah Ardi     Rp. 4 million

8          Wartono       Marcela Teja            Rp. 3 juta