Lenywati : Bangun Bisnis dengan Berdayakan Anak-anak Putus Sekolah

78

Jakarta – Berbisnis sekaligus menolong sesama. Inilah filosofi awal Lenny dalam membangun Tirta Ayu Spa. Kini Tirta Ayu Spa tidak hanya dikenal di Indonesia tapi telah melebarkan sayap ke beberapa negara di Asia Tenggara dan Afrika.

Ibu sebagai Inspirasi

Sang ibu yang meninggal karena penyakit ovarium menjadi pukulan tersendiri bagi wanita yang lahir di Kediri ini. Sejak itu ia memutuskan untuk mempelajari ilmu perawatan organ kewanitaan. Profesi sebagai arsitek ditinggalkannya. Ia mulai mengikuti  berbagai short course.

Di antara lembaga yang dimasukinya adalah International Beauty School di Jakarta, lalu lembaga pendidikan kecantikan dan kesehatan Comite’ d’Esthetique et de Cosmetologie (CIDESCO) di Zurich, Swiss serta pusat pendidikan akupresur dan akupunktur di Guangzou RRT. Belakangan di tahun 2013 dirinya pun mengikuti pendidikan tambahan di Academy Es Vichy, di kota Vichy, Perancis. Dirinya juga mempelajari jamu tradisional langsung dari ahlinya, seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta.

Setelah dirasa ilmunya cukup memadai, pada 2008 Leny pun memberanikan diri meracik ramuan herbal dari rumahnya di Jalan Gajah Mada, Bojonegoro, Jawa Timur. Dirinya memulai dengan hanya dibantu dua karyawan untuk memblender bahan baku dan mengemasnya. Berbagai tumbuhan seperti jahe dan daun sirih, untuk racikan jamu berbentuk godok, serbuk, dan cair pun diambilnya dari petani lokal.

Diakui Leny, saat memulai usaha, tujuan awalnya bukan untuk bisnis semata. Ia memiliki keinginan untuk menolong para wanita di sekitarnya yang umumnya putus sekolah karena tidak memiliki uang.

Pilihan Leny yang fokus berbisnis khusus perawatan organ wanita, karena baginya masa depan sebuah bangsa berada di tangan seorang perempuan. “Generasi lahir dari rahim perempuan. Kalau perempuan tidak sehat, atau ibu meninggal saat masih membesarkan anaknya, maka akan banyak anak-anak terlantar sehingga masa depan bangsa ini akan sulit,” ujarnya.

Titik balik usahanya, saat istri seorang Raja dari Nigeria yang telah menikah selama 7 tahun tapi belum memiliki anak dating ke Indonesia menemui Leny. “Dia datang ke Indonesia treatment dengan saya. Sebulan kemudian dia hamil dan menawarkan buka usaha di negaranya,” katanya

Leny mengaku produk yang dibuatnya mengutamakan kualitas. Karena itu dirinya tak ragu membandrol harga layanan spanya ratusan ribu hingga jutaan rupiah per paket. Adapun untuk produk herbal yang menawarkan produk pembersih vagina, perawatan kesehatan vagina, perawatan kaki, tubuh, wajah dan lain sebagainya dihargai mulai dari Rp 75 ribu per kemasan hingga jutaan rupiah untuk paket ramuan pelangsing tubuh. Memang, sebuah harga yang cukup premium. “Karena bahan bakunya natural semua,” papar Leny. Dalam sehari, tak kurang dari 20 ribu produk diproduksi di pabrik Tirta Ayu di Jalan Veteran No.1, Bojonegoro, Jawa Timur.

Dirinya pun ke depan akan membagi bisnisnya ke dalam tiga lini. Tirta Ayu Spa yang menawarkan layanan spa individual di lokasi mandiri, lalu Tirta Ayu V-Spa yang khusus menawarkan perawatan organ intim kewanitaan, dan satu lagi Hotel Spa, yakni menjalin kerja sama khusus dengan hotel sebagai lokasi spa.

Saat ini Tirta Ayu Spa memiliki 17 cabang di Indonesia.  Yakni 5 gerai di Bojonegoro, 2 gerai di Surabaya, 2 gerai di Jakarta,   2 gerai di Bali,   1 gerai di Jepara,  1 gerai di Karimun Jawa,    1 gerai di Makassar,    1 gerai di Sraten, Salatiga – Jawa Tengah,1 gerai di Tembilahan – Riau dan

1 gerai di Batam. Sedangkan di luar negeri memiliki 10 cabang. Antara lain 4 gerai di Nigeria, , 2 gerai di Kamerun, 1 gerai di Ghana, 1 gerai di Filipina, dan 1 gerai di Vietnam. “Sebentar lagi kami akan buka di Singapura dan Senegal, saat ini lagi proses ke sana,” ucap Leny.

Anak Putus Sekolah

Para karyawan yang bekerja di Tirta Ayu Spa umumnya putus sekolah, dari SD-SMA. “Umumnya anak-anak yan putus sekolah ini, anaknya yg pintar, tapi tidak punya uang lanjut sekolah. Jadi ada yang  saya ikutkan sekolah malam hari untuk penyeteraan. Mereka juga saya didik untuk mengubah kebiasaaan, karena ini pekerjaan hospitality. Jadi mereka juga harus belajar bagaiamana berbahasa Indonesia yang baik,” ucapnya.  Mayoritas adalah perempuan kecuali bagian adminstrasi.  Para karyawan ini dilatih kemampuannya oleh para bidan dan dokter agar mereka mengerti tentang organ intim wanita. “Ngajarin organ inti harus belajar anatomi, fisiologi, kejiwaan, apalagi yang diajarkan anak-anak yang pendidikan tidak terlalu tinggi,” sambungnya.

Semua karyawannya di luar negeri adalah orang Indonesia. Leny memiliki keinginan untuk memperkenalkan Indonesia ke kancah internasional. “Jadi semua gerai kami di luar negeri, pada saat buka pintu langsung terdengar lagu gamelan, lalu para karyawan akan menyambut tamu dengan mengatakan, ‘Sugeng Rawuh neng Tirta Ayu Spa’. Jadi para bule akan mulai bisa ngomong Sugeng Rawuh,” ucapnya tertawa.

Namun, kadang kala para karyawan ini tidak menjalankan SOP. “Bagi mereka ngomong sama ga ngomong sama aja. Lalu mereka ngomong gini, “Bu di sini bukan orang Indonesia, jadi dari pada ngomong, ‘sugeng rawuh neng tirta ayu spa’, mending bilang, ‘welcome to tirta ayu spa’. Lalu saya bilang, ingat kamu berasal dari mana, sekarang saatnya kenalkan Indonesia,” katanya.

Khusus karyawan yang ditugaskan ke luar negeri, ada 3 pesan yang selalu diingatkan Leny kepada mereka. Pertama, jaga nama baik keluarga. Kedua, jaga nama baik Tirta Ayu. Ketiga, jangan lupa Anda lahir dan besar di Indonesia. Jangan sampAI ilmu dijual ke orang asing. “Saya minta tentara untuk ajarkan nasionalisme juga cara hormat bendera kita,” katanya.

Bicara tentang kompetitor, Leny mengakui bahwa ada ribuan spa di Indonesia. Namun, tentu spa khusus organ wanita tidak banyak. “ Saya ga mau claim sebagai satu-satunya, tidak berani,” katanya. Hingga saat ini, Leny bisa berbangga hati karena Tirta Ayu menjadi spa terbesar perawatan organ wanita. Jadi perawatan mulai dari anak pubertas sampai menopause.

Walaupun berbisnis, Leny tidak pernah lupa melakukan kegiatan sosial. Bersama Tirta Ayu Spa selalu melakukan pendampingan terhadap orang/masyarakat penderita kanker serviks, lalu penyuluhan tentang perawatan organ intim wanita di desa-desa melalui kerjasama dengan bidan-bidan desa setempat serta penyuluhan dan edukasi tentang perawatan organ intim wanita beserta pembagian produk gratis terhadap komunitas Wanita Tuna Susila dan Memberikan bantuan pengobatan kepada penderita kanker serviks di daerah

Harapan Leny, agar Tirta Ayu Spa menjadi pelopor perawatan V-Spa di Indonesia yang berkembang menjadi perusahaan berskala internasional yang sukses dan menjadi solusi bagi kaum perempuan didalam pencegahan kanker serviks. Tak hanya itu, ia pun berharap gerai Tirta Ayu Spa dapat tersebar di seluruh kota-kota di Indonesia mulai dari kota-kota Kecamatan supaya semakin banyak kaum perempuan yang dapat merasakan manfaat dari V-Spa. Dan, kepannya Tirta Ayu Spa dapat berkontribusi didalam gerakan pengentasan kemiskinan dengan menyediakan lapangan kerja dan memberikan kesempatan kepada tuna karya untuk berkarier di Tirta Ayu Spa. (des)