Menkes Baru Janji Turunkan Angka Stunting dan Benahi JKN

22
Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K). Foto: Esti

 

Jakarta – Dua pekerjaan rumah besar (PR) yang harus diselesaikan Menteri Kesehatan yang baru, Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K), adalah soal stunting dan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang terus mengalami defisit. Tugas yang tidak ringan, tetapi Terawan berjanji akan berusaha sekuat tenaga meneruskan upaya mengurangi stunting yang bisa turun hingga 10% dalam jangka waktu lima tahun.

Menkes Kabinet Kerja 2014-2019, Prof. Nila, bersama sang suami, Prof. Faried Anfasa Moeloek.

Segera sesudah dilantik, Terawan secara spartan menggelar rapat dengan petinggi Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dirinya juga baru selesai rapat setengah jam sebelum acara pisah sambut sambut dengan pendahulunya, Prof. dr. Nila Moeloek, Sp.M(K), di Gedung Sujudi Kemenkes, Jakarta, Kamis (24/10/2019) malam. Prof. Nila hadir bersama sang suami, Prof. Faried Anfasa Moeloek, Menkes di era Kabinet Reformasi Pembangunan 1998-1999.

Dari kanan: Prof. Faried, Prof. Nila, dr. Terawan, dan Ester Terawan.

Meski berada di lingkungan kesehatan karena sebelumnya menjabat Direktur RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Terawan ingin lebih memahami permasalahan yang berada di lingkup Kemenkes agar bisa segera mencari solusi. Terutama yang berhubungan dengan dua PR besar yang diamanatkan Presiden Jokowi kepadanya.

Jadi Menkes, tetapi harus pensiun dari TNI. Foto-foto: Est

Tidak pernah bermimpi menjadi Menkes, Terawan mengaku masih merasa berat karena harus pensiun dari TNI. “Saya naik pangkat menjadi Letnan Kolonel sebelum diangkat menjadi Menkes, tetapi begitu berhenti dari TNI, saya masih sering ngalamun,” katanya sambil tertawa. (est)