Sonobudoyo, Museum Terlengkap di Yogyakarta

5

sironline.id, Yogyakarta – Yogyakarta adalah kota budaya. Tak lengkap rasanya ke Kota Gudeg ini, jika tidak menyambangi Museum Sonobudoyo. Museum Sonobudoyo dapat dijangkau dengan mudah dari Kraton Yogyakarta, berada di seberang Alun Alun Utara Yogyakarta.

Museum Sonobudoyo memiliki bentuk bangunan rumah joglo bergaya Masjid Keraton Kasepuhan Cirebon yang dilengkapi dengan pendapa kecil dan besar, gandok kiri dan kanan.

Museum Sonobudoyo ini diklaim sebagai museum paling lengkap di kota Yogyakarta, dengan macam – macam koleksi bersejarah seperti berbagai macam keris, macam – macam karya seni yang terbuat dari bambu, macam – macam jenis batik, berbagai macam patung yang terbuat dari emas, perak, perunggu dan masih banyak lagi. Total koleksi yang terdapat dalam Museum Sonobudoyo ini di perkirakan mencapai 42.700 buah benda bersejarah maupun karya seni.

Untuk memasukinya, Anda hanya perlu membayar tiket seharga Rp 3.000. Museum Sonobudoyo merupakan museum yang bersifat umum karena memuat sekitar 10 jenis koleksi museum yang dikategorikan antara lain  teknologi, geologi, seni rupa, biologi, keramologi, etnografi, filologika, arkeologi, numismatika dan historika.

Salah satu yang istimewa dari museum ini, Anda bisa melihat beragam koleksi keris dari penjuru nusantara. Museum yang menyimpan sekitar 1200-an koleksi keris. Keris –keris yang berada di museum ini mempunyai bentuk dan tipe yang bermacam-macam. Misalnya keris-keris Jawa yang berbentuk keris luk 7, keris luk 11, keris luk 13, keris lurus dan keris dengan berbagai macam pamor. Seanjutnya keris dari luar Jawa berasal dari Aceh yang berupa keris rencong, Mandau dari Kalimantan, keris dari Madura dan Bali serta keris dari Sulawesi. Museum ini juga mempunyai koleksi sebuah bahan baku pembuatan keris sekitar tahun 700 Masehi yang benama Wesi Buddha.

Bersama koleksi keris itu, disimpan pula kain batik dengan beragam motif.Terdapat juga koleksi yang berupa benda-benda peninggalan dari masa prasejarah sampai dengan masa datangnya Islam di Indonesia. Barang-barang koleksi tersebut seperti kapak batu, kubur batu, wayang, topeng, kain batik dan lain-lain. Terdapat juga koleksi unggulan yang berupa topeng emas Puspa Sarira yang terbuat dari bahan emas yang merupakan perwujudan dari Gayatri.

Ragam koleksi ini dipamerkan di dalam maupun luar gedung Museum Sonobudoyo, biasanya koleksi benda yang tersimpan di luar gedung museum merupakan benda dengan bahan material yang relatif tahan terhadap cuaca, seperti candi, patung, arca maupun hiasan candi. Dan benda – benda tersebut didapatkan dari zaman kerajaan Buddha dan Hindiu yang ada di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sedangkan koleksi yang di pamerkan didalam ruangan umumnya benda yang terbuat dari bahan yang rentan terhadap cuaca, polusi, debu dan kotoran. Sehingga koleksi yang dipamerkan didalam ruangan di dominasi oleh koleksi yang menggunakan vitrin (sejenis etalase yang menggunakan spotlight menarik). Guna menghindari terjadinya koleksi barang dalam museum rusak karena terjatuh atau terkena kotoran yang menempel. Beberapa benda koleksi Museum Sonobudoyo yang menggunakan vitrin diantarnya topeng dari Bali dan Jawa, koleksi wayang golek, beragam perahu, tidak ketinggalan tandu peninggalan zaman kerajaan dan masuknya islam ke Indonesia, seperti Tandu Kiayi Wegono Putro, Tandu Kiayi Purbonegoro dan Tandu Kiyai Kudus. Ada juga jenis batik khas Jawa, dan tak lupa seluruh alat tradisional untuk membatik seperti canting, kompor kecil dan kain. Serta patung yang terbuat dari bahan emas, perak, dan perunggu seperti patung Genta dari Kalasan, patung kuwera dan masih banyak lagi.

Museum Sonobudoyo ini juga menyimpan naskah dan buku-buku yang berhubungan dengan kebudayaan yang seringkali museum ini digunakan untuk tempat penelitian. (dess)