ENVOY XI Beri Pendampingan Kewirausahaan 28 Mahasiswa Indonesia

9
Indra Uno (berdiri, batik biru), akses terhadap lapangan pekerjaan tanggung jawab semua pihak. Foto: Yoga Agusta

Jakarta – Untuk ke-11 kalinya, Mien R. Uno Foundation (MRUF) secara resmi membuka Entrepreneur Development Scholarship for Youth (ENVOY), yakni program pendampingan kewirausahaan mahasiswa angkatan XI di Jakarta, Rabu (18/9/2019). MRUF merupakan lembaga sosial nonprofit yang fokus pada pendampingan kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

Mahasiswa yang terpilih berjumlah 28 orang, berasal dari 18 universitas negeri dan swasta dari Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Jakarta, Malang, Lampung, serta Palembang. Untuk pertama kalinya, tahun ini tiga peserta berasal dari Pulau Sumatera. Mereka terpilih melalui serangkaian proses seleksi yang cukup ketat. MRUF bekerja sama dengan CSR perusahaan PT AKR Corporindo Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, William & Lily Foundation, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk., dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk.

“Program ini bertujuan membina wirausahawan muda agar mampu hidup mandiri melalui usahanya. Peserta program adalah mahasiswa yang sedang menjalankan atau memiliki pengalaman menjalankan usaha minimal selama enam bulan dan berkomitmen untuk menjadi wirausaha. Mereka mendapatkan bimbingan selama satu tahun. Namun, saya berharap di tengah jalan, mereka bisa memutuskan sudah cukup diberi akses, tidak perlu lagi mendapat biaya bulanan, dan justru diberikan untuk mahasiswa tahun berikutnya,” kata Ketua Yayasan MRUF, Indra Uno.

Dalam 10 tahun pelaksanaannya, ENVOY sudah mencetak lebih dari 300 wirausaha muda yang mampu mandiri melalui unit usahanya. Di antaranya di bidang kuliner, jasa pelatihan, fashion. Indra berharap, seperti lingkaran yang tidak terputus, para alumni tersebut bisa menjadi donor bagi adik kelasnya. “Misalnya satu mahasiswa disponsori oleh beberapa alumni. Dengan demikian para alumni bisa memberi akses terhadap lapangan pekerjaan karena kita masih punya pengangguran hingga tujuh juta orang. Kami berharap para alumni bisa memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Ke-28 mahasiswa yang terpilih, dituturkan Indra, berhasil menyisihkan 748 pesaing. Agnie Imania Wildan, dari Universitas Sangga Buana, lewat jasa pelatihan @jagospeaking.id, termasuk yang beruntung bisa menjadi salah seorang penerima manfaat ENVOY XI. Setiap bulan, dirinya berhak mendapat bantuan pelatihan dan dana sebesar Rp 600.000.

“Proses seleksi dari administrasi, seleksi, wawancara tahap pertama, hingga psikotes. Kakak kelas mengikuti program ini dan dia excited banget, jadi saya termotivasi untuk ikut program ini. Dana boleh untuk biaya kuliah, tetapi saya berharap bisa membuat usaha ini lebih berkembang dengan mengajar di sekolah-sekolah. Usaha ke arah sana sudah mulai dirintis,” ungkap Agnie. (est)