Manfaat Pendidikan Peragaan Manasik Haji Bagi Anak-Anak Usia Dini

325

sironline.id, Depok – Pagi itu, Sabtu, 31 Agustus 2019, suasana yang berbeda terlihat di SDIT Azzahra, Pondok Petir, Depok, Jawa Barat. Sejauh mata memandang, hanya warna putih yang mendominasi. Karena seluruh peserta manasik bersama guru dan para orangtua menggunakan pakaian warna putih, seperti sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah.

Wah ada apa gerangan? Ternyata di hari itu sedang berlangsung Pendididikan Peragaan Manasik Haji. Untuk kegiatan ini, SDIT Azzahra sebagai fasilitator, sedangkan TKIT Darussalam sebagai motor penggerak sehingga terselenggaranya acara ini. Gelaran kali ini diikuti oleh TK/PAUD dari 8 sekolah.  Yakni TKIT Darussalam, PAUD Nurul Huda, TK Nurul Islam, TK Mustika, TK Qenia, TK The Green, TK Gemilang, dan TK Assaiyah. “Tahun ini merupakan ke 8 kalinya dilakukan, dan SDIT Azzahra sebagai fasilisator, “ujar Erni Rahman, Ketua Panitia Pelaksana Pendididikan Peragaan Manasik Haji. “Yang ikut sebanyak 230 orang peserta,” sambung Erni yang juga Kepala Sekolah TKIT Darussalam.  Acara ini berlangsung dari pukul 07.00 – 11.00 WIB.

Menurut Erni, tujuan dari kegiatan ini agar-agar anak-anak mengetahui tentang Rukun Islam ke-5 yaitu pergi haji jika mampu. “Harapan kami agar anak-anak belajar nilai-nilai agama, moral, seni, bahasa, fisik motorik, kognitif dipadu secara edukasi dalam model pembelajaran sosiodrama sebagai calon Haji dan Hajjah,” terang wanita yang murah senyum ini.

Untuk kegiatan ini, setiap anak yang mengikuti mendapatkan perlengkapan manasik yakni name tag dan batu manasik, juga makan siang, piala, sertifikat dan foto bersama.

Haji merupakan rukun islam ke 5, sehingga anak-anak perlu dikenalkan sejak dini. “Dengan pengenalan sejak dini terhadap nilai-nilai Islam dan aplikasinya sehinga anak-anak tidak hanya hafal urutan rukun Islam tetapi anak-anak juga mengerti dan tahu bagaimana aplikasinya dalam kegiatan,” jelas Erni.

Syahadat, Sholat, Zakat, dan Puasa merupakan Rukun Islam yang  dikenalkan dan diajarkan kepada anak-anak. Nah, pergi haji ke baitullah adalah rukun islam yg ke-5 yang mesti anak-anak tahu. “Biasanya kita ceritakan sejarah hingga hikmahnya naik haji. Agar anak-anak tahu ajaran dari Nabi Ibrahim AS ini syarat dengan nilai positif,” tukasnya. “Dalam kegiatan itu kita belajar kesetiaan, kesabaran, pengorbanan dan keikhlasan ,” ucap Erni.

Melalui kegiatan ini, harapannya Erni, semoga anak-anak tahu, kenal, mengerti dan memperaktekan sejak dini sehinggA akan menjadi h cita-cita dan ada keinginan yang kuat untuk melaksanakan secara real nantinya sehingga Allah taqdirkan semua bisa menunaikan rukun islam yang ke 5 ini,” katanya.

Erni mengakui bahwa acara ini tidak bisa terselenggara tanpa kerjasama banyak pihak. Karena itu, Erni secara khusus berterima kasih kepada Kepala Sekolah SDIT Azzahra Umi Istiqomah beserta keluarga besar SDIT Azzahra, kepala sekolah dan guru pendamping peserta, dan komite sekolah TKIT Darussalam, panitia pelaksana dan seluruh ustadzah. “Tak lupa kepada orang tua/wali santri atas dukungannya dan seluruh peserta jamaah Haji Cilik, “ pungkasnya.  (des)