Biopsi Robot Akurat Cegah Kanker Prostat

22

 

Untuk mencegah kanker prostat, sangat penting melakukan deteksi dini, terutama bila ada riwayat keluarga dengan kanker prostat. Waspada bila timbul gejala meliputi gangguan berkemih, ada darah pada urine, atau pembesaran kelenjar getah bening sekitar prostat, dan berat badan menurun.

Jika kanker sudah menyebar ke tulang dapat menyebabkan nyeri tulang. Bila sudah menyebar ke sumsum tulang belakang, akan ditemukan adanya defisit neurologi seperti rasa baal atau lemas pada kaki. Kondisi demikian menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Lalu, bagaimana cara mendeteksi kanker prostat?

“Tidak bisa tidak, karena letaknya tersembunyi, dokter biasanya akan memakai teknik colok dubur untuk deteksi dini kanker prostat. Selain itu, juga lewat pemeriksaan darah dan biopsi prostat,” kata Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U(K), Kepala Departemen Urologi RSCM-FKUI, di Jakarta.

Ditekankan, selama ini beredar rumor salah bahwa biopsi jaringan justru akan memicu kanker. “Biopsi prostat merupakan prosedur untuk mengambil sampel jaringan yang mencurigakan pada kelenjar prostat. Ada beberapa metode biopsi yang biasa dilakukan di antaranya biopsi transperineal. Biopsi ini tidak melalui saluran cerna (gastro-intestinal) atau saluran kemih, melainkan melalui bagian perineal (di antara kantong kemaluan dan anus) dan memiliki risiko sepsis yang sangat kecil sehingga dianggap paling aman,” ujarnya.

Biopsi Robot Lebih Akurat

Pada prosedur biopsi prostat dengan robotik, ada beberapa keuntungan menggunakan robot untuk menangani probe. Pertama, gerakan pemindaian dapat membuat irisan gambar 2-D yang terdistribusi secara merata untuk rekonstruksi 3-D. Kedua, panduan jarum dapat secara otomatis disejajarkan pada target dan dikunci untuk biopsi. Ketiga, deformasi prostat akibat interaksi dengan probe dapat diminimalkan karena gerakan yang sama dapat digunakan untuk memindai dan menyelaraskan probe untuk biopsi.

“Biopsi prostat robotik dan lokalisasi jarum merupakan perkembangan teknologi yang memiliki potensi untuk secara positif memengaruhi diagnosis dan tata laksana kanker prostat. Semua itu memungkinkan lokalisasi target yang lebih tepat dan akurat,” tuturnya.

Pasien kanker prostat yang didiagnosis dan ditatalaksana pada stadium dini, 90 persennya memiliki angka harapan hidup hingga 10 tahun. (Est)