Indah Suryadharma Ali : Perempuan Berdaya dan Berkontribusi Bagi Bangsa  

44

sironline.id, Jakarta – Kesibukannya sebagai wakil rakyat, tidak membatasi Indah Suryadharma Ali berkiprah di luar dunia politik. Memiliki banyak sahabat dari beragam profesi membuat Indah memutuskan mendirikan Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI).

Saat ditemui, Indah menceritakan PPLIPI didirikan dari tahun 2016. Walaupun baru 2 tahun, namun ia bersyukur organisasinya yang dipimpinnya telah berbadan hukum.

Dikatakan Indah, ia mendirikan organisasi ini, karena memiliki banyak teman yang profesinya beragam.  “Saya merenung, kalau di antara teman-teman yang memiliki profesi yang berbeda ini bisa bergabung dalam suatu wadah, untuk bisa berbuat banyak untuk kaum perempuan,” terang wanita yang menjadi anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan ini.

Indah mengaku bahwa perempuan saat ini sudah maju. Meski begitu banyak persoalan wanita yang harus diperjuangkan.   Mulai dari pendidikan, kesehatan, politik, dan pemberdaayaan ekonomi. “Saya melihat kalau persoalan-persoalan ini makin banyak yang memperhatikan, lalu ditingkatkan, diperbaiki, tentu akan lebih baik,” ucapnya.

Ragam Profesi

Sesuai nama organisasinya, para anggotanya sangat beragam profesinya. “Hampir semua profesi ada di sini,” cetusnya. Sebut saja politisi, pengusaha, dokter, psikolog, dosen, dan pengacara. “Kalau di level kecamatan, yang berprofesi guru, bidan, juga bergabung,” sambungnya tersenyum.

Walaupun organisasi baru seumur jagung, tapi Indah bangga, karena PPLIPI telah memiliki cabang di 8 daerah di Indonesia. Yakni Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Jambi, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Aceh. “Sekarang kepengurusan daerah yang sedang on progress terbentuk seperti Kalimantan Selatan, Kendari, Kalimantan Timur dan Sumatera Barat,” terangnya.

Diakui Indah, animo sangat luar biasa dari daerah. “Cuma memang karena kita sibuk, konsekuensi karena kita punya profesi, jadi menentukan hari dan kapan menerima teman-teman dari daerah itu memang agak sulit, tapi respon  daerah untuk jadi pengurus PPLIPI ini sangat luar biasa. Saya bersyukur karena kesadaran dan ketergerakan melihat aktivitas kita,“ucapnya.

Hingga saat ini lebih dari 1000 orang telah menjadi anggota PPLIPI. Banyak program yang telah dilakukan. Salah satunya di Tahun 2017 memberikan permodalan kepada 1300 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). “Setiap orang mendapat modal Rp 300 ribu,” katanya.

Syarat untuk mendapatkan permodalan, hanya satu yakni memiliki usaha. “ Ada testimoni dari yang mendapat bantuan permodalan, dia jualan nasi uduk, setelah dikasih modal, dia bisa menjual bala-bala, tahu, tempe. Kita berharap dengan tambah banyak jualannya, untungnya juga tambah gede,” katanya.

Selain permodalan, PPLIPI juga menggelar seminar kesehatan tentang kanker serviks. “Karena melihat perempuan masih rentan dengan penyakit ini, bukan hanya di Indonesia saja. Kebetulan kanker serviks menduduki peringkat tertinggi kematian. Ini menjadi perhatian kita semua,” katanya.

Yang teranyar dari PPLIPI, pada bulan April ini menggelar gala dinner untuk charity. Dengan mengundang Krisdayanti dan Dwiki Dharmawan. “Menggalang dana untuk pembangunan kembali sekolah sekolah di lokasi gempa,” tukasnya.

Selain itu dalam rangka ulang tahun, PPLIPI akan mengelar awarding night. Lalu pada bulan Juli atau Agustus nanti, kembali PPLIPI akan memberikan bantuan  permodalan bagi pelaku usaha. “Semoga tahun ini jumlah orang yang dibantu bisa meningkat dibanding tahun lalu,” urainya.

Mengenai sumber dana beragam kegiatan PPLIPI, berasal dari zakat anggota. “Zakat anggota kita sumbangkan supaya bisa menjadi zakat produktif,” imbuhnya.

Karena tujuan kehadiran organisasi ini untuk memberdayakan kaum wanita, semua sektor diperhatikan. Misalnya Komisi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), mengurus persoalan-persoalan UKM. “Kita juga punya Komisi Kemitraan Dalam dan Luar Negeri, untuk bisa bekerjsama dengan pihak dalam dan luar negeri,” katanya.

“Kemarin kita ambil bagian dari Hong Kong Fashion Week, kita bawa salah satu UKM ke sana. Makanya saya bilang, PPLIPI tidak muluk-muluk sesuatu yang besar, tapi kita berusaha berbuat saja. Kalau manfaatnya dirasakan, itu yang kita inginkan, “ sambungnya.

Saat ini kiprah wanita diberbagai bidang telah terbuka. “Peluangnya sudah ada, tinggal bagaimana perempuan itu sendiri mau maju atau tidak. Karena sekarang sudah tidak ada diskrimnasi. Memang perempuan ini memulai sesuatu itu tertinggal jauh dari laki-laki. Jadi saya berharap, sekat ini makin lama makin tersamar dan bahkan tidak ada sama sekali. Kalau dulu perempuan itu kasur, sumur, dapur, sekarang peluang  perempuan berkiprah di luar rumah sudah sangat terbuka. Tetapi bagi saya perempuan yang hebat itu bukan perempuan yang berprestasi luar biasa di luar rumah, tetapi dia mengabaikan rumah. Jadi harus seimbang. Kapan harus memprioritas rumah, kapan memprioritaskan pekerjaannya,” terangnya.

Harapan Indah dengan kehadiran PPLIPI, dampak bisa dirasakan langsung oleh kaum perempuan.

“Sempoga perempuan Indonesia makin berkualitas, makin bermartabat, makin mampu memberdayakan diri sendiri. Karena kami yakin kalau perempua mampu memberdayakan dirinya, bisa meningkat harkat dan martabatnya. Diharapkan perempuan bisa berkonstribusi bagi pembangunan  bangsa dan negara,” pungkasnya.  (dsy)