Pentingnya Kecukupan Cairan pada DBD

97

 

Demam berdarah dengue (DBD) masih jadi momok di beberapa daerah di Indonesia. Bila tidak ditangani, demam berdarah dengue bisa mengakibatkan kematian. Karena terkait dengan virus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti, upaya pencegahan menjadi langkah penting dalam penularan demam berdarah dengue.

Banyak tempat yang menjadi tempat favorit nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. “Baju yang menggantung, wadah air tumpah pada dispenser, air yang menggenang di pot tanaman. adalah sarang nyamuk berkembang biak. Aedes aegypti suka hidup di air bersih. Pernah ada satu keluarga yang tinggal di perumahan elite Pondok Indah yang terserang demam berdarah dengue, ternyata nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di pot tanaman,” kata Prof. Dr. Saleha Sungkar, DAP & E, Ms, SpPark, from the Department of Parasitology FKUI, beberapa waktu lalu.

Untuk mencegah nyamuk berkembang biak, siklus hidup nyamuk Aedes aegypti harus diputus. Pemberantasan sarang nyamuk bisa dilakukan dengan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, mengubur, serta menghindari gigitan nyamuk. Pencegahan paling penting dalam upaya menanggulangi demam berdarah dengue.

Bagaimana membedakan demam biasa dengan demam berdarah dengue?

DR. Dr. Leonard Nainggolan, Sp.PD-KPTI

“Demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi akibat virus dengue. Ada empat jenis virus dengue, yakni DEN-1, 2, 3, 4,” kata DR. Dr. Leonard Nainggolan, Sp.PD-KPTI dari Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Indonesia-RSCM.

Ditambahkan, orang yang sudah pernah kena demam berdarah dengue tidak lantas kebal penyakit tersebut sehingga bisa ada kemungkinan terjangkit lagi.

Lalu, kapan kita curiga seseorang sedang menderita demam berdarah dengue?

“Ketika demam mendadak tinggi disertai dengan dua atau lebih keadaan berikut: sakit kepala, nyeri di belakang mata, pegal, nyeri tulang, ruam di kulit, perdarahan, leukopenia (sel darah putih kurang dari 5.000 sel per mm3), trombositopenia (trombosit kurang dari 150.000 sel per mm3), hematokrit meningkat 5-10%,  ditambah dengan pemeriksaan darah positif terhadap virus dengue, dan atau di lingkungan sekitar ada penduduk yang menderita DBD,” tuturnya.

Hari ketiga hingga kelima merupakan masa kritis. Pada saat itu suhu badan pasien biasanya sudah menurun. Berbeda dengan hari pertama hingga ketiga yang cenderung mencapai 40 derajat Celsius. Kita perlu mewaspadai kondisi masa kritis ini karena meski panas sudah turun, justru terjadi shock bleeding. Pasien harus mendapat reabsorption fluid overload sebanyak-banyaknya, paling baik adalah air yang mengandung elektrolit, seperti yang disarankan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Pengobatan paling baik adalah membiarkan pasien beristirahat, memberi obat penurun panas, serta memonitor tekanan darahnya. (Est)